Berita, Nasional

DPR Setujui Anggaran Badan Gizi Nasional Rp240,2 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2027

Repelita.net

18 September 2026 22:46 WIB • 122 view

DPR Setujui Anggaran Badan Gizi Nasional Rp240,2 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2027
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat secara resmi memberikan restu terhadap alokasi anggaran Badan Gizi Nasional untuk tahun anggaran 2027 dengan nilai mencapai dua ratus empat puluh koma dua triliun rupiah.

Keputusan pengesahan dana fantastis tersebut diambil sebagai rangkaian kesimpulan dalam agenda rapat kerja bersama yang dilangsungkan di Kompleks Parlemen Senayan pada hari Kamis tanggal 17 September 2026.

ADVERTISEMENT

Pertemuan strategis tersebut melibatkan pimpinan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bersama Kepala Badan Gizi Nasional serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Pengesahan anggaran jumbo ini sendiri bergulir hanya berselang beberapa hari pasca perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap posisi Menteri Keuangan.

Seperti diketahui secara luas, posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa resmi digantikan oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri.

Menanggapi besarnya guyuran dana negara yang dikelola lembaganya, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memastikan lembaganya akan mengutamakan prinsip penghematan yang ketat.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menolak praktik pembelanjaan anggaran negara secara serampangan dalam mengeksekusi berbagai program kerja kedepannya.

Sikap tegas tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono saat memberikan keterangan pers di hadapan awak media di gedung parlemen jakarta pada hari kamis tanggal 17 September 2026.

Dalam penyataannya, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menegaskan komitmen penghematan dengan menuturkan, "Kita enggak mau anggaran jor-joran juga kayak yang lalu-lalu. Pengadaan yang nggak perlu, sudah enggak mungkin kita lakukan itu."

Ia menambahkan bahwa seluruh alokasi dana yang dikelola instansinya pada hakikatnya merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono juga menekankan orientasi utama lembaganya yang lebih mengutamakan efektivitas pencapaian manfaat ketimbang sekadar mengejar besaran angka anggaran semata.

Ia menyatakan bahwa lembaganya justru merasa lebih ideal apabila mampu menghasilkan dampak positif yang jauh lebih luas bagi masyarakat meskipun dengan kucuran dana yang lebih minimalis.

Sebelum pengesahan anggaran terbaru ini tercapai, dinamika pembahasan sempat mencuat ketika kursi bendahara negara masih diduduki oleh pejabat sebelumnya yakni Purbaya Yudhi Sadewa.

Kala itu, sempat muncul wacana kajian penyesuaian yang memproyeksikan pemangkasan pagu dana program makanan bergizi hingga menyentuh angka di bawah dua ratus triliun rupiah.

Meskipun terjadi pergantian pucuk pimpinan di kementerian keuangan, Badan Gizi Nasional tetap mematangkan perencanaan strategis keuangan untuk tahun anggaran dua ribu dua puluh tujuh mendatang.

Secara keseluruhan, pagu anggaran senilai dua ratus empat puluh koma dua puluh triliun rupiah tersebut telah melalui proses efisiensi internal yang memangkas angka hingga tigapuluh triliun rupiah.

Berdasarkan struktur peruntukannya, mayoritas porsi anggaran sebesar sembilan puluh enam koma sembilan puluh lima persen akan disalurkan langsung secara murni untuk program pemenuhan gizi masyarakat.

Proporsi terbesar senilai dua ratus tiga puluh dua koma lima puluh triliun rupiah dipatok murni khusus untuk pengadaan serta penyediaan paket menu makan bergizi di berbagai daerah.

Sementara itu, sisa anggaran dalam porsi yang jauh lebih kecil dialokasikan guna menunjang kegiatan operasional teknis pendukung serta pembiayaan hak kepegawaian aparatur di instansi tersebut.

Melalui dukungan finansial yang masif tersebut, lembaga pemerintah nonkementerian ini memasang target ambisius untuk menjangkau puluhan juta jiwa penerima manfaat di seluruh nusantara.

Sasaran utama penerima manfaat program prioritas ini meliputi puluhan juta anak didik dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah atas serta kelompok ibu hamil dan balita. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung