Berita, Nasional

Dokter Tifa Tolak Damai dengan Jokowi, Kader PSI Langsung Beri Peringatan

Repelita.net

03 July 2026 20:18 WIB • 579 view

Dokter Tifa Tolak Damai dengan Jokowi, Kader PSI Langsung Beri Peringatan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kader Partai Solidaritas Indonesia, Dedy Nur Palakka, memberikan tanggapan atas sikap Dokter Tifauzia Tyassuma yang menolak jalur damai terkait kasus pencemaran nama baik terhadap Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Menurut Dedy, pilihan untuk melanjutkan konferensi tuntutan tanggung jawab penuh dari Dokter Tifa untuk membuktikan kebenaran narasi mengenai dugaan ijazah palsu yang selama ini ia lontarkan.

ADVERTISEMENT

Saya sih setuju jika model perlawanan Tifa adalah membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu, ujar Dedy, Jumat (3/7/2026).

Ia menegaskan bahwa langkah hukum tersebut memiliki risiko tinggi jika bukti-bukti yang dikeluarkan di persidangan nantinya tidak dapat mendukung klaim tersebut.

Kalau gagal dalam membuktikan ijazah Jokowi palsu, artinya dia harus siap menghadapi konsekuensi hukum yang berlaku di Indonesia, tegasnya.

Dedy menyoroti bahwa dalam sistem negara hukum, setiap tuduhan harus memiliki dasar dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara sah.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan fitnah hanya untuk mencari popularitas dengan mengabaikan rekam jejak seseorang yang pernah menduduki jabatan publik penting.

Ingat, Indonesia adalah negara hukum. Kita tidak bisa sembarangan membuat tuduhan palsu kepada siapa pun. Apalagi yang dituding berijazah palsu adalah seorang mantan wali kota dua kali, gubernur satu kali, dan dua kali menjadi Presiden Republik Indonesia, tambah Dedy.

Dalam pernikahan perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, jaksa telah membacakan dakwaan terkait tuduhan penyebaran informasi palsu soal ijazah Jokowi.

Jaksa menyoroti bahwa pihak Universitas Gadjah Mada telah mengonfirmasi status penerimaan Jokowi dari Fakultas Kehutanan, namun Dokter Tifa yakin tetap konsisten menyebarkan narasi sebaliknya.

Meski majelis hakim sempat membuka ruang untuk penyelesaian melalui mekanisme restorative justice, Dokter Tifa dengan tegas memilih untuk menuntaskan perkara tersebut melalui proses peradilan.

Jangan asal mau tenar, tapi dengan cara-cara bombastis tapi kosong. Kasihan sama diri sendiri dan keluarga, penutup.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung