Berita, Peristiwa

Detik-Detik Mencekam Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam: Kapal Mendadak Miring dan Tenggelam Cepat

Repelita.net

13 September 2026 20:10 WIB • 739 view

Detik-Detik Mencekam Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam: Kapal Mendadak Miring dan Tenggelam Cepat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Suasana malam di atas Kapal Virgo Transport 8 mendadak berubah drastis menjadi ketakutan luar biasa ketika musibah tenggelam melanda di perairan Laut Jawa.

Sebagian besar penumpang yang tengah terlelap tidur tidak sempat menerima alarm peringatan dini ataupun pemberitahuan resmi mengenai kondisi darurat kapal.

ADVERTISEMENT

Salah satu penumpang selamat bernama Ahmad Saudi menceritakan detik-detik mencekam saat badan kapal secara tiba-tiba mengalami kemiringan ekstrem ke sisi kiri.

Ia terbangun seketika setelah mendengar teriakan panik dari penumpang lain yang berlari memberitahukan bahwa posisi kapal sudah miring.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung bangkit dari tempat istirahatnya untuk melihat situasi secara langsung dan bergegas menuju ke bagian bawah kapal.

“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada hari Minggu malam tanggal 13 September 2026.

Kepanikan semakin memuncak tatkala sudut kemiringan lambung kapal terus bertambah dengan sangat cepat tanpa memberikan ruang waktu evakuasi yang memadai.

Dalam kondisi darurat tersebut, ia berusaha mencari pegangan yang kuat pada tiang di dekat jendela untuk mempertahankan keseimbangan tubuhnya.

Ia bertahan dengan cengkeraman erat sembari merasakan badan kapal terus bergerak miring sebelum akhirnya memutuskan merayap naik ke bagian atas.

“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.

Setelah kondisi kapal dipastikan tenggelam sepenuhnya, ia bersama rombongan penyintas lainnya segera berenang menuju perahu karet darurat yang tersedia.

Di dalam sekoci penyelamat tersebut, ia bersama sekitar lima belas orang lainnya harus berjuang bertahan hidup di tengah kegelapan lautan lepas.

“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.

Ujian berat belum berakhir begitu saja karena mereka harus terombang-ambing di atas perahu karet selama kurang lebih tiga jam lamanya.

Hantaman gelombang laut yang tinggi serta terpaan angin kencang terus menguji ketahanan fisik para penyintas yang menunggu kedatangan tim penolong.

“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.

Ia menduga proses terbaliknya kapal berlangsung sangat kilat karena diawali guncangan ombak sebelum akhirnya lambung kapal langsung rebah ke sisi kiri.

“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.

Pengalaman traumatis tersebut meninggalkan kekhawatiran mendalam terhadap nasib para penumpang lain, khususnya yang masih terjebak di dalam kamar kabin.

Sebagian besar korban yang berhasil lolos ke perahu penyelamat didominasi oleh para pengemudi kendaraan angkutan barang berjenis kelamin laki-laki.

“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melaporkan bahwa operasi evakuasi gabungan masih terus digencarkan secara masif di sekitar lokasi kejadian.

Hingga laporan ini diturunkan, tercatat sebanyak seratus tujuh jiwa berhasil diselamatkan, enam orang ditemukan meninggal dunia, dan ratusan lainnya masih dalam pencarian. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung