Repelita Jakarta - Pembentukan tim penasihat hukum baru guna menghadapi tuntutan peradilan di pengadilan negeri menjadi sorotan publik di media sosial Threads pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enam.
Langkah taktis tersebut diambil oleh seorang pakar hukum tata negara sebagai respons atas bergulirnya proses gugatan yang diarahkan kepada dirinya.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai pendaftaran susunan tim advokasi bela negara itu sebelumnya diunggah oleh akun @dennyindrayana99.
Melalui unggahan tertulis yang dibagikan sekitar empat jam lalu, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM tersebut menyampaikan pengumuman resmi.
Ia membeberkan motif di balik langkah hukum pihak lawan dengan menulis narasi, "Relawan Gibran Bin Jokowi menggugat Pra Peradilan kasus kriminalisasi saya di PN JakSel. Modus lama serangan balik karena ikhtiar kami membongkar Gibran Jo-Gate. Berikut adalah anggota tim hukum kami, INSIGHT (Indrayana’s FIGHT) menghadapi serangan Gibran Bin Jokowi tersebut. Terima kasih pada para sahabat dan tokoh yang berkenan menjadi tim RELAWAN, dalam makna sejatinya. Rela berjuang bersama, tanpa bayaran.".
Pernyataan terbuka mengenai solidaritas barisan advokat sukarela tersebut seketika memicu gelombang dukungan moral dari warganet di kolom komentar.
Seorang pengguna internet dengan nama akun @agustina.aruan.982 melontarkan kritik tajam terhadap legalitas kepemimpinan nasional di ruang percakapan.
Warganet tersebut menuliskan pandangan pribadinya secara gamblang yang berbunyi, "Maju terus pak Denny Indrayana. Untuk kebenaran. Gibran TDK layak jadi wapres. Tidak ada ijasah SMA, Gibran hasil ke jahatan Joko Widodo seenak perutnya saat masih ri1 merubah UU konstitutsi".
Apresiasi terhadap integritas para penasihat hukum yang bersedia mendampingi tanpa pamrih juga disuarakan oleh netizen lainnya.
Pengguna akun @rafdianal menyampaikan kalimat sindiran terhadap pihak lawan dengan menulis komentar, "Maju tak gentar dalam membela kebenaran, yg disebelah maju tak gentar membela yg bayar".
Sementara itu, pesan penyemangat agar sang akademisi tetap konsisten mengawal jalannya proses peradilan turut mengalir dari pengguna media sosial.
Netizen pemilik akun @yulimaheni mengutarakan ekspresi dukungannya secara tertulis melalui kalimat pendek berupa, "Semangat berjuang pak deny indrayana".
Harapan agar nilai-nilai keadilan substantif dapat dimenangkan dalam persidangan di Jakarta Selatan juga diutarakan oleh warganet lain.
Akun @arief_rachmadani ikut meramaikan kolom tanggapan dengan menulis komentar singkat yang berbunyi, "Tetap semangat bang Denny..kebenaran harus menang".
Ucapan selamat berjuang dari rekan sejawat semasa kuliah serta tokoh organisasi keagamaan nasional juga terlihat menghiasi linimasa Threads.
Pengguna akun @ani.w.widowati.1 mengabarkan hadirnya dukungan dari para kolega lama dengan menuliskan pesan, "Teman2 kuliahku : mas uceng, mas denny : Selamat berjuang. Pak busyo muqoddas: samikna wato'na pak.".
Desakan agar proses pembongkaran skandal di lingkaran internal kekuasaan terus dilanjutkan tanpa keraguan kembali ditegaskan oleh publik.
Warganet dengan nama akun @bento_sir777 memberikan seruan perlawanan politik secara berani lewat komentar berbunyi, "Maju terus prof lawan kangker bangsa keluarga Jokowi ✊".
Tanggapan penutup dari masyarakat siber mengingatkan bahwa hambatan hukum berupa praperadilan ini hanyalah sebuah rintangan kecil yang wajib dilewati.
Netizen pemilik akun @k.herwan menguraikan catatan optimismenya di kolom komentar dengan menulis ungkapan persis, "Jangan kendor, tinggal sedikit lagi perjuangan untuk membongkar borok Jokowi n family.. Ini bagian kerikil yg tetap hrus dilewati".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads