Berita, Nasional

Jusuf Kalla Kisahkan Awal Mula Dampingi Jokowi Hingga Hubungan Merenggang Akibat Polemik Ijazah

Repelita.net

26 October 2026 22:29 WIB • 97 view

Jusuf Kalla Kisahkan Awal Mula Dampingi Jokowi Hingga Hubungan Merenggang Akibat Polemik Ijazah
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membeberkan dinamika hubungan personal dirinya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang kini dirasakan kian merenggang.

ADVERTISEMENT

Jarak psikologis di antara kedua tokoh nasional tersebut mulai terbangun pasca mencuatnya polemik berkepanjangan mengenai keabsahan berkas kelulusan sekolah milik mantan Wali Kota Solo tersebut.

Kendati pria yang akrab disapa JK ini telah melayangkan sanggahan resmi terkait isu miring yang menuduh dirinya mendanai gerakan penolakan ijazah, jalinan silaturahmi keduanya dilaporkan belum membaik.

Tokoh senior asal Makassar tersebut secara tegas menampik segala bentuk tuduhan miring yang dialamatkan kepada dirinya terkait mobilisasi isu negatif.

Ia menjelaskan bahwa segala argumen serta pandangan yang ia sampaikan ke publik sejatinya merupakan sebuah bentuk pembelaan objektif demi menjaga harkat dan martabat Jokowi.

Di samping membedah kondisi relasi saat ini, sang mantan wakil presiden juga menyempatkan diri untuk bernostalgia mengenang lembaran kisah lama sewaktu bursa pencalonan pilpres tahun 2014 silam.

Kisah menarik mengenai perjalanan politik masa lalu tersebut diuraikan secara blak-blakan oleh JK sewaktu menghadiri sesi wawancara pada kanal YouTube The Johan Budi Podcast yang resmi mengudara pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026.

Lewat tayangan digital tersebut, JK mengaku sempat dirundung rasa cemas lantaran kala itu Jokowi dinilai baru sekejap mengemban amanah sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia mengklaim memiliki andil besar dalam mengantarkan karier politik Jokowi menuju panggung kepemimpinan nasional yang jauh lebih luas dari sebelumnya.

Langkah awal tersebut ia rintis dengan mengajak Jokowi untuk bertarung dalam kontestasi pemilihan gubernur melalui gerbong politik PDI Perjuangan.

Guna memuluskan strategi tersebut, JK secara personal meluangkan waktu khusus demi mendiskusikan peluang pencalonan bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Jokowi sendiri disebut-sebut sempat membutuhkan waktu berpikir yang cukup lama hingga hampir satu bulan penuh sebelum akhirnya memantapkan diri menerima tawaran politik tersebut.

Rasa khawatir JK kian membubung tinggi sewaktu melihat nama Jokowi mulai digadang-gadang sebagai kandidat presiden, padahal masa baktinya memimpin ibu kota baru berjalan sekitar dua tahun.

Ia menilai percepatan karier politik tersebut menyimpan risiko besar mengingat jam terbang serta pengalaman birokrasi sang calon pemimpin dinilai masih sangat terbatas.

“Saya bilang ini bahaya, belum berpengalaman,” tuturnya.

Uniknya, analisis personal dari JK tersebut rupanya senada dengan dasar pertimbangan mendalam yang melatarbelakangan keputusan Megawati Soekarnoputri dalam menentukan pasangan dwi tunggal.

Sang ketua umum partai berlogo banteng moncong putih tersebut menilai keterbatasan pengalaman Jokowi harus diimbangi oleh sosok pendamping yang memiliki kematangan birokrasi matang.

“Karena Pak JK berpengalaman,” katanya.

Berbekal rekam jejak mumpuni sebagai wakil presiden pada periode pemerintahan sebelumnya, JK akhirnya diminta kesediaannya guna membimbing serta mengawal langkah politik Jokowi.

Dalam proses penunjukan tersebut, JK mengklarifikasi bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengadakan pertemuan tatap muka secara langsung dengan Megawati untuk membahas kesepakatan.

Pesan permintaan tersebut tersampaikan kepada dirinya secara tidak langsung melalui untaian pesan teks singkat yang dikirimkan oleh pihak utusan.

JK memantapkan hati menerima pinangan politik tersebut semata-mata karena menaruh rasa hormat yang tinggi atas sosok Megawati Soekarnoputri selaku pucuk pimpinan partai.

“Kalau orang lain saya tidak mau, tapi karena Ibu Mega yang minta, iya, oke,” ujarnya.

Pada akhir perbincangan, tokoh senior ini memastikan bahwa jalinan komunikasi serta hubungan baik dirinya dengan Megawati masih tetap terjaga dengan sangat harmonis hingga detik ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung