Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan kembali proses yang mengantarkannya mendampingi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014. Ia menyebut kesediaannya menjadi calon wakil presiden berkaitan dengan permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan saat itu, Megawati Soekarnoputri.
Dalam keterangannya, JK menjelaskan bahwa dirinya sempat berencana pulang ke Makassar sebelum akhirnya diminta mendampingi Jokowi. Menurut JK, Megawati menyampaikan bahwa dirinya tidak akan menandatangani pencalonan jika JK tidak bersedia menjadi pendamping Jokowi.
ADVERTISEMENT
“Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan,” kenang JK.
JK menegaskan, keputusan tersebut bukan berasal dari permintaan pribadinya. Ia menyatakan Megawati yang meminta dirinya bersedia mendampingi Jokowi karena menilai pengalaman politiknya diperlukan dalam kontestasi Pilpres 2014.
“Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti?” ujar JK.
Di sisi lain, hubungan JK dengan Jokowi menjadi sorotan di tengah dinamika politik setelah keduanya pernah bekerja bersama dalam pemerintahan periode 2014–2019. JK menjabat sebagai wakil presiden, sementara Jokowi memimpin pemerintahan sebagai presiden.
Pembicaraan mengenai peran JK dalam perjalanan politik Jokowi juga memunculkan tanggapan dari sejumlah pihak. JK sebelumnya menyebut dirinya berperan membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta.
Ia juga mengisahkan bahwa dirinya menemui Megawati untuk menyampaikan nama Jokowi sebagai calon yang dinilai layak diusung. Menurut penuturan JK, dukungan terhadap Jokowi kemudian berkembang hingga pencalonannya dalam pemilihan presiden.
Pernyataan JK tersebut kembali menyoroti proses komunikasi dan keputusan politik di balik pencalonan Jokowi pada 2012 dan 2014. Meski demikian, klaim mengenai peran masing-masing tokoh tetap perlu dipahami berdasarkan keterangan langsung pihak-pihak yang terlibat dan konteks peristiwa saat itu. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Hilangkan klaim latar yang tidak terverifikasiSelaraskan judul dengan isi berita