Repelita Jakarta - Suasana di dalam ruang studio televisi seketika berubah menjadi sangat mencekam saat terjadi sebuah perdebatan yang sangat sengit antara kelompok Aktivis 98 melawan Andi Azwan mengenai isu dokumen pendidikan.
Erizal menilai puncak dari perselisihan tersebut terjadi ketika salah seorang perwakilan aktivis dengan nada bicara yang sangat tinggi memberikan pernyataan keras dengan menyebutkan bahwa seluruh data paparan Andi Azwan adalah data sampah.
ADVERTISEMENT
Pernyataan yang sangat menohok tersebut keluar saat mereka sedang membedah lembaran fotokopi ijazah Universitas Gadjah Mada milik Presiden Joko Widodo yang hingga kini masih terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat luas.
Erizal memberikan pandangan bahwa munculnya sebutan tersebut terhadap data pihak lawan merupakan refleksi dari kebuntuan komunikasi serta hilangnya rasa saling percaya antar kubu yang bertikai mengenai validitas dokumen formal.
Pihak Aktivis 98 mengklaim bahwa segala bukti digital maupun fisik yang ditunjukkan oleh Andi Azwan tidak memiliki nilai pembuktian yang sah secara hukum sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan konsumsi informasi bagi publik.
Di sisi lain Andi Azwan tetap berupaya memberikan penjelasan secara sistematis mengenai poin-poin kejanggalan yang ia temukan meskipun harus menghadapi gempuran interupsi serta pelabelan negatif dari lawan diskusinya di studio.
Insiden panas yang terekam secara langsung ini memicu reaksi yang sangat beragam dari para warganet yang menyaksikan potongan video debat tersebut hingga menduduki daftar topik terpopuler di berbagai kanal media sosial saat ini.
Upaya penengah dari pembawa acara untuk mendinginkan suasana tampak tidak membuahkan hasil yang maksimal karena kedua belah pihak merasa memiliki kebenaran mutlak atas data dan argumen yang mereka sampaikan masing-masing.
Publik kini semakin terbelah dalam menyikapi kebenaran mengenai ijazah tersebut lantaran forum diskusi yang diharapkan mampu memberikan pencerahan justru berakhir dengan aksi saling serang secara personal dan pelabelan data yang kasar.
Hingga saat ini polemik mengenai keabsahan dokumen pendidikan tersebut tetap menjadi bola panas yang terus menggelinding di tengah ketidakpastian proses hukum yang sedang berjalan di lembaga penegak hukum terkait perkara tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok