Berita, Timur Tengah

China Bentak AS-Israel di PBB, Bela Iran, Bongkar Dalang Kekacauan Selat Hormuz

Repelita.net

30 April 2026 13:01 WIB • 1,055 view

China Bentak AS-Israel di PBB, Bela Iran, Bongkar Dalang Kekacauan Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita New York - Panggung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berguncang setelah perwakilan China tampil dengan keberanian luar biasa membela Iran terkait polemik sengit di Selat Hormuz.

Utusan Tetap China untuk PBB, Fu Cong, secara terang-terangan dan tanpa keraguan menuding Amerika Serikat serta Israel sebagai biang kerok utama dari kekacauan yang terjadi di kawasan strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam pidato berapi-apinya di hadapan Dewan Keamanan, diplomat senior asal Beijing itu membantah habis narasi yang selama ini digaungkan oleh negara-negara Barat yang menyalahkan Teheran.

Fu Cong dengan tegas menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Iran selama ini tidak lain adalah bentuk pembalasan yang sah atas agresi ilegal yang dilancarkan oleh dua negara zionis itu.

"Penyebab utama situasi saat ini di Selat Hormuz adalah agresi ilegal oleh Amerika Serikat dan Israel," tegas Fu Cong dalam sidang darurat yang digelar pada Senin, 27 April 2026.

Pernyataan tersebut sontak membuat suasana ruang sidang Dewan Keamanan yang megah itu menjadi hening dan seluruh mata tertuju pada delegasi China.

Dukungan penuh China terhadap kedaulatan Iran disampaikan secara blak-blakan tanpa memedulikan tekanan politik dari negara-negara adidaya Barat.

Fu Cong menjelaskan secara panjang lebar bahwa Washington lah yang memicu reaksi berantai berbahaya, termasuk kebijakan penutupan selat oleh Iran sebagai langkah mempertahankan diri.

Lebih mencengangkan lagi, China mengungkap fakta bahwa meskipun kesepakatan gencatan senjata sementara telah ditandatangani, Amerika Serikat justru meningkatkan jumlah pasukan militernya di kawasan tersebut.

Alih-alih menarik mundur armada perangnya sebagai bentuk itikad baik, Washington malah memberlakukan blokade terarah yang semakin mencekik ekonomi dan rakyat Iran.

"Bahkan setelah kesepakatan gencatan senjata baru-baru ini, Amerika Serikat meningkatkan penempatan militernya dan melakukan blokade terarah terhadap Iran," kata Fu Cong dengan nada tegas.

China menilai langkah kontradiktif ini sebagai tindakan yang sangat berbahaya dan sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap perdamaian dunia.

Delegasi China juga menyindir kebijakan hipokrit negara-negara Barat yang sering mengklaim memperjuangkan hak asasi manusia namun di sisi lain membiarkan rakyat Iran menderita akibat blokade.

Fu Cong menekankan bahwa penggunaan kekuatan militer secara berlebihan oleh Amerika Serikat tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah dari akarnya.

Sebaliknya, tindakan arogan tersebut hanya akan memperburuk ketegangan dan memperlebar jurang konfrontasi antara kedua belah pihak yang bertikai.

China kemudian menawarkan solusi konkret yang dinilai paling rasional untuk keluar dari kebuntuan yang berkepanjangan ini.

Menurut Fu Cong, satu-satunya obat yang manjur untuk menghentikan blokade jalur air global yang vital tersebut adalah dengan mencapai kesepakatan gencatan senjata yang komprehensif dan berkelanjutan.

"Solusi untuk mengakhiri blokade jalur air global ini dan pengepungan maritim adalah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang komprehensif dan berkelanjutan," ujar Fu Cong di hadapan para delegasi.

China percaya bahwa tanpa perdamaian yang utuh, maka keamanan jalur pelayaran internasional tidak akan pernah bisa pulih sepenuhnya.

Stabilisasi kawasan Teluk dan seluruh kawasan Timur Tengah secara menyeluruh adalah prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Dari pihak kami, kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda, kepentingan semua rakyat di kawasan ini, untuk mencapai perdamaian ini secepat mungkin," tegas pernyataan pidato Fu.

Pernyataan tegas China di panggung PBB ini semakin memperkuat soliditas aliansi strategis antara Beijing dan Teheran yang selama ini terjalin erat.

Dunia kini menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana peta kekuatan di Dewan Keamanan mulai bergeser, tidak lagi didominasi oleh suara tunggal Amerika Serikat.

Keberanian China untuk bersuara lantang membela negara yang tertindas mendapatkan apresiasi luas dari negara-negara berkembang yang hadir dalam sidang tersebut.

Bahkan beberapa delegasi dari kawasan Asia dan Afrika terlihat mengangguk-angguk setuju ketika Fu Cong memaparkan analisis kritisnya tentang biang kerok konflik.

Serangan diplomatik China kepada Amerika Serikat dan Israel ini sekaligus membungkam narasi propaganda Barat yang selalu memojokkan Iran sebagai negara agresor.

Beijing secara gamblang menunjukkan bahwa di balik kekacauan Selat Hormuz, terdapat kepentingan minyak dan hegemoni militer Amerika Serikat yang tak pernah padam.

Pidato Fu Cong ini akan tercatat dalam sejarah diplomasi modern sebagai salah satu momen di mana Timur bangkit melawan dominasi narasi Barat di PBB.

Kini bola panas berada di tangan pemerintahan Trump yang harus merespons tuduhan serius dari negara adidaya kedua di dunia ini.

Apakah Washington akan terus bersikeras dengan kebijakan agresifnya atau mulai mendengarkan seruan perdamaian dari China, waktu yang akan menjawab.

Yang pasti, panggung PBB yang berguncang hari ini telah mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada seluruh dunia tentang siapa sebenarnya dalang di balik penderitaan rakyat Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung