Berita, Politik

Budi Arie Singgung Dinamika 2029, Ray Rangkuti Baca Sinyal Retaknya Jokowi-Prabowo

Repelita.net

07 September 2026 20:10 WIB • 466 view

Budi Arie Singgung Dinamika 2029, Ray Rangkuti Baca Sinyal Retaknya Jokowi-Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyoroti pandangan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung potensi dinamika kekuasaan sebelum tahun pemilihan umum berikutnya tiba.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai indikasi awal bahwa kelompok pendukung Joko Widodo mulai menyusun strategi manuver tersendiri di luar lingkaran kepemimpinan nasional saat ini.

ADVERTISEMENT

Menurut pandangan Ray, lontaran gagasan tersebut menyerupai bentuk pradeklarasi terselubung mengenai kemungkinan renggangnya hubungan antara kelompok loyalis tersebut dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini semacam pradeklarasi bahwa Pak Jokowi siap berpisah dengan Pak Prabowo tahun 2029 yang akan datang," kata Ray dikutip pada Senin (7/9/2026).

Lebih lanjut, ia menilai potongan tayangan video yang memperlihatkan Budi Arie berbicara justru memuat inti persoalan yang paling krusial sekaligus penuh risiko politik.

Potongan rekaman tersebut menampilkan pandangan mengenai pergeseran peta kekuasaan yang diprediksi bakal terjadi dalam waktu dekat menjelang pesta demokrasi mendatang.

"Sebab yang dipotong sebenarnya video yang menurut saya paling substantif, tapi juga paling berbahaya," ujar Ray.

Isu ini mencuat setelah Budi Arie menyampaikan analisisnya di hadapan publik dengan didampingi oleh Joko Widodo, yang mengaitkan situasi masa depan dengan istilah patahan sejarah masa lalu.

Kendati pihak Budi Arie kemudian memberikan klarifikasi bahwa pandangan tersebut murni analisis personal semata, pengamat tetap melihatnya sebagai sinyal perebutan pengaruh politik yang signifikan.

Kelompok tersebut dinilai memiliki kekuatan logistik serta sumber daya memadai untuk mengambil langkah politik secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada koalisi yang ada.

Langkah membaca arah angin ini turut dikaitkan dengan pergerakan angka kepuasan masyarakat terhadap kinerja penyelenggara negara yang terekam dalam berbagai hasil riset lembaga survei belakangan ini.

Sejumlah catatan lembaga riset independen menunjukkan adanya tren penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap jalannya roda pemerintahan dalam beberapa waktu terakhir secara berkelanjutan.

Faktor tekanan ekonomi, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta sulitnya mencari pekerjaan menjadi pemicu utama keluhan masyarakat yang berdampak langsung pada merosotnya angka kepuasan tersebut.

Meskipun terdapat variasi angka antarlembaga riset yang memotret situasi berbeda, arah penurunan persepsi publik tersebut tetap dibaca sebagai variabel penting dalam konstelasi politik nasional.

Apabila tren pelemahan dukungan masyarakat ini terus berlanjut, ruang gerak bagi kelompok politik tertentu untuk mengambil jalur berbeda dinilai akan semakin terbuka lebar ke depannya.

Dengan demikian, wacana yang dilemparkan ke ruang publik dipandang bukan sekadar ulasan tanpa makna, melainkan pembacaan awal atas potensi pergeseran aliansi menuju tahun dua ribu sembilan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung