Repelita Jakarta - Misteri mengenai penulis skenario serta dalang intelektual di balik skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali dikupas secara mendalam.
ADVERTISEMENT
Ulasan bertajuk Bocor Alus: Di Balik Drama Penyadapan, Siapa Penulis Skenarionya? tersebut dibedah oleh Mardigu Wowiek bersama pesulap sekaligus kreator konten Denny Darko dalam diskusi eksklusif.
Tayangan siaran langsung berjudul BOSSMAN LIVE BAHAS PENYADAPAN LISTYO SIGIT KE PRABOWO SIAPA DALANG JARINGANNYA itu disiarkan pada tanggal 6 November 2026 pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube B MEDIA by Bossman Mardigu.
Dalam perbincangan yang telah ditonton lebih dari 275 ribu kali itu, Mardigu menyoroti penyalahgunaan perangkat penyadapan canggih bernama Pegasus senilai Rp1,1 triliun buatan Israel yang seharusnya digunakan menjaga keamanan nasional.
Alat tersebut justru diselundupkan ke kediaman pribadi sejumlah perwira tinggi Polri untuk memata-matai Presiden Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menteri, ketua umum partai politik, hingga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Mardigu mengungkapkan kejanggalan daftar target pemantauan karena nama Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran kader PSI justru tidak ikut disadap.
"Berarti ini untuk mencari data untuk tujuan politik untuk tujuan kekuasaan," ujar Mardigu Wowiek menilai motif utama di balik operasi intelijen gelap tersebut.
Ia menjelaskan bahwa terbongkarnya skandal ini bermula saat unit khusus Mabes Polri mendeteksi pancaran radar ilegal dari rumah Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution yang kemudian digerebek dan dibawa ke Mako Brimob.
Operasi penindakan serentak juga menyasar rumah Irjen Pol Slamet Uliandi dan Brigjen Pol Eko Hadi Santoso hingga menyeret sekitar sebelas perwira tinggi Polri dalam pusaran kasus tersebut.
Mardigu membeberkan adanya pembangkangan para perwira menengah selaku operator lapangan yang menolak perintah pemusnahan catatan log server karena enggan menjadi tumbal demi melindungi kelompok tertentu.
Menjawab pertanyaan Denny Darko mengenai siapa penulis skenario sebenarnya, Mardigu menegaskan bahwa mantan Kapolri tidak mungkin bertindak sendirian tanpa perintah atasan dan mendesak Listyo Sigit agar bersedia menjadi justice collaborator.
"Enggak mungkin seorang operator seperti Pak Listyo adalah ujung tombaknya dia tidak ke mana-mana dia bilang enggak ini buat saya karena saya mau kudeta," kata Mardigu Wowiek.
Ia pun mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkan momentum terbongkarnya bukti-bukti penyadapan ini guna melakukan pembersihan menyeluruh terhadap jaringan yang selama ini menghambat roda pemerintahan.
Selain membedah peta politik penyadapan, Mardigu bersama Denny Darko turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang sekaligus waspada terhadap potensi krisis global maupun gangguan pasokan listrik dengan menyiapkan cadangan uang tunai, logam mulia perak, serta obat-obatan herbal tradisional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok