Repelita [Jakarta] - Rangkaian getaran lanjutan bumi masih terus dirasakan oleh warga di berbagai kawasan wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur hingga hari Minggu.
Aparat penanggulangan bencana nasional mencatat ribuan aktivitas seismik susulan terjadi menyusul guncangan utama bermagnitudo besar yang melanda daerah tersebut sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Meskipun frekuensi getaran tercatat sangat tinggi, hanya sebagian kecil gelombang susulan yang intensitas kekuatannya berdampak langsung pada indra perasa penduduk.
"Untuk gempa susulan hingga tanggal 16 Agustus pukul 15.00 WIB, total gempa susulan berjumlah 995 kali. Tetapi, yang dirasakan oleh masyarakat dari total gempa susulan yang tercatat 995 kali itu, hanya 46 kali," ujar dia dalam sesi konferesi pers virtual, Minggu (16/8/2026).
Pihak otoritas kebencanaan menjelaskan bahwa proses pelepasan energi susulan merupakan tahapan alamiah lempengan bumi menuju titik keseimbangan baru.
"Yang perlu kita pahami, gempa susulan ini diperlukan oleh struktur patahan gempa yang terjadi untuk kembali menjadi stabil. Jadi ini adalah fenomena alam yang memang harus kita lalui," terangnya.
Dampak kehancuran akibat terjangan bencana alam tersebut turut memicu penambahan jumlah korban jiwa meninggal dunia berdasarkan pendataan resmi terbaru.
"Korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," kata Abdul Muhari.
Sebaran korban jiwa tersebar di beberapa kabupaten terdampak parah, meliputi wilayah Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, hingga kawasan Manggarai Barat.
Ratusan korban mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.
"Terdiri di Sikka 12 jiwa. Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan. Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan. Manggarai Barat 6 jiwa luka berat," papar dia.
Tim penyelamat gabungan memastikan belum ada laporan warga hilang, namun kesiagaan personel tetap dipelihara secara optimal di seluruh titik bencana.
"Saat ini di tujuh kabupaten terdampak, kita tidak memiliki daftar pencarian orang. Meskipun demikian, Basarnas tentu saja terus menyiagakan personel," tutur dia. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok