Repelita Riyadh - Otoritas Arab Saudi secara resmi menyangkal kabar yang menyebutkan bahwa pihak Kerajaan telah memberikan kelonggaran akses militer bagi Amerika Serikat di tengah situasi geopolitik yang kian memanas.
Penegasan tersebut sekaligus menggugurkan spekulasi mengenai pencabutan larangan penggunaan pangkalan udara dan wilayah kedaulatan Saudi untuk kepentingan operasi ofensif militer Washington di kawasan Teluk.
ADVERTISEMENT
Pemerintah Kerajaan saat ini memilih untuk fokus pada upaya penurunan tensi peperangan serta mendukung penuh misi mediasi yang tengah diupayakan oleh pihak Pakistan antara Teheran dan Gedung Putih.
Klarifikasi ini muncul guna membendung persepsi publik yang dianggap telah terdistorsi oleh narasi media internasional terkait posisi strategis Riyadh dalam konflik bersenjata yang melibatkan blok Amerika-Israel melawan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dilansir pada Jumat (8/5/2026), sumber dari pihak Kerajaan melalui Al Arabiya menegaskan, “Kerajaan tidak mengizinkan penggunaan wilayah udaranya untuk mendukung operasi militer ofensif. Ada pihak-pihak yang mencoba memberikan gambaran yang menyesatkan tentang posisi Arab Saudi karena alasan yang mencurigakan.”
Langkah diplomasi ini sekaligus menjadi jawaban langsung atas laporan media Barat yang mengklaim adanya perubahan kebijakan di Riyadh dan Kuwait terkait pemberian izin fasilitas militer untuk kebutuhan pengawalan maritim AS.
Sejauh ini, Kerajaan tetap pada prinsip menjaga netralitas dan keamanan teritorial guna memastikan bahwa fasilitas vital nasional tidak menjadi sasaran empuk akibat terseret dalam pusaran konflik negara asing.
Ketegangan di jalur perdagangan energi dunia memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda pasca penutupan Selat Hormuz secara total yang memicu blokade balasan dari angkatan laut Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Riyadh meyakini bahwa keterbukaan terhadap operasi militer ofensif hanya akan merusak stabilitas kawasan yang saat ini sedang diupayakan melalui jalur perundingan gencatan senjata permanen.
Meskipun operasional militer "Project Freedom" milik Donald Trump sempat dihentikan sementara, namun Arab Saudi tetap waspada terhadap segala upaya yang mencoba mempolitisasi penggunaan kedaulatan wilayah mereka untuk tujuan peperangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok