Repelita Jakarta - Pembawa acara senior sekaligus aktivis hukum nasional Bambang Widjojanto melayangkan kritik tajam terhadap performa pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana alam di Serambi Mekah. Evaluasi mendalam yang menyudutkan otoritas terkait tersebut disampaikan secara lugas dalam tayangan terbaru di kanal YouTube ObrolanWARAS pada hari Senin, 21 September 2026.
Dalam pandangannya, Bambang Widjojanto menilai proses pemulihan fisik maupun sosial di kawasan terdampak berjalan sangat lamban dan cenderung mengabaikan hak-hak dasar warga negara. Dirinya menyoroti fakta memprihatinkan mengenai hilangnya tiga desa di Kabupaten Aceh Utara yang hingga kini belum mendapatkan penanganan tuntas pasca-terjangan banjir bandang.
ADVERTISEMENT
Mantan Wakil Ketua KPK tersebut juga mempertanyakan kebijakan pemerintah pusat yang enggan menetapkan status bencana nasional pada peristiwa dahsyat tersebut. Menurutnya, keputusan politik tersebut justru mempersulit koordinasi di lapangan serta mempersempit ruang intervensi fiskal yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah.
Lebih lanjut, ia mengecam ketiadaan narasi dan konsep mitigasi yang jelas dari pemangku kebijakan dalam membangun kembali infrastruktur pada daerah rawan cincin api. Bambang Widjojanto menegaskan bahwa membiarkan para pengungsi bertahan di kamp darurat selama delapan bulan tanpa jaminan hidup merupakan bentuk nyata dari pengabaian sistemis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok