Repelita Jakarta - Tokoh senior militer sekaligus mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, secara terbuka menyingkap alasan di balik keputusan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memilih untuk tidak memberikan tanggapan atas beragam isu negatif.
Penjelasan ini muncul sebagai jawaban atas rasa penasaran khalayak luas yang melihat sang perwira tetap tenang meskipun dirinya sedang menjadi pusat pembicaraan hangat di berbagai platform media sosial serta menjadi target kritik tajam dari tokoh nasional.
ADVERTISEMENT
Hendropriyono memberikan pandangan bahwa sebagai seorang prajurit yang dididik dengan kedisiplinan tinggi, Teddy sangat memahami kapan waktu yang tepat untuk berbicara serta kapan harus tetap fokus menjalankan pengabdian kepada negara tanpa terganggu suara luar.
Beliau memberikan penegasan bahwa sikap menutup telinga terhadap segala bentuk fitnah maupun tudingan yang bersifat menyerang ranah privasi merupakan instruksi atau prinsip kerja yang wajib dijaga demi stabilitas kerja di lingkungan Istana Kepresidenan.
Mantan pimpinan intelijen tersebut memandang bahwa memberikan reaksi terhadap narasi yang dianggap tidak berdasar justru hanya akan memperpanjang umur perdebatan yang tidak memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia di tengah masa transisi pemerintahan.
Kedewasaan dalam menyikapi polemik ini dinilai sebagai salah satu kualitas yang dimiliki oleh sang pejabat muda, di mana dirinya tetap tegak lurus pada komitmen membantu Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal berbagai program strategis nasional bagi rakyat.
Publik diminta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar serta menghormati sikap profesionalisme yang ditunjukkan oleh jajaran birokrasi pemerintahan dalam menghadapi tekanan opini yang kian gencar di era keterbukaan informasi digital.
Penjelasan dari sosok berpengaruh ini diharapkan mampu meredam spekulasi liar masyarakat sekaligus memberikan pemahaman baru mengenai standar etika serta pola komunikasi yang diterapkan oleh para pejabat tinggi di lingkaran inti kekuasaan negara saat ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok