Berita, Nasional

Alumni UGM di Belanda Puji Public Speaking Wakil Ketua BEM UI: Itu Tanda Isi Kepala Penuh Ilmu

Repelita.net

22 June 2026 19:28 WIB • 984 view

Alumni UGM di Belanda Puji Public Speaking Wakil Ketua BEM UI: Itu Tanda Isi Kepala Penuh Ilmu
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penampilan Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia, Fathimah Azzahra, dalam sebuah tayangan berita televisi nasional menuai apresiasi luas dari berbagai pihak.

Salah satu pujian datang dari Dimas Budi Prasetyo, diaspora Indonesia di Belanda yang merupakan alumni Universitas Gadjah Mada.

ADVERTISEMENT

Ia terpukau dengan kemampuan komunikasi Fathimah yang dinilainya sangat matang, terukur, dan mencerminkan kualitas intelektual yang mumpuni.

"Public speaking gadis ini luar biasa. Bicaranya tenang, kalimat yang dikeluarkan terstruktur dengan baik, apa yang diucapkan berisi dan berbobot. Pun dia melakukan itu semua dengan intonasi bicara yang tak kalah keren," ujar Dimas.

Dimas meyakini bahwa kemahiran berbicara di depan publik yang ditunjukkan Fathimah merupakan indikator kuat dari kedalaman literasi serta penguasaan wawasan.

"Saya percaya, seseorang jika bisa melakukan hal tersebut, itu pasti tanda bahwa isi kepalanya penuh dengan ilmu dan wawasan. Isi kepala yang banyak digunakan membaca, belajar, dan mengolah banyak informasi dengan baik," lanjutnya.

Baginya, kehadiran sosok muda yang berani bersuara seperti Fathimah sangat dibutuhkan untuk menjaga iklim kritis di tanah air.

"Sungguh, kita butuh lebih banyak anak-anak muda seperti ini. Cerdas dan berani. Biarkan mereka menyala, karena memang seperti itulah harusnya anak muda. Perkara nanti ketika dewasa mereka bisa jadi berubah arah, kita perlu terus dukung mereka. Jika nanti melenceng, baru kita kritisi," tegas Dimas.

Selain itu, ia turut membantah stigma negatif yang kerap menuding bahwa seseorang dengan kemampuan retorika baik biasanya tidak bisa bekerja secara profesional.

"Sekali lagi, kemampuan bicara seperti Fatimah itu adalah tanda kecerdasan. Tanda pula bahwa dia juga kemungkinan besar bisa diandalkan dalam bekerja," kata dia.

Menutup pernyataannya, Dimas memberikan sindiran terkait standar kepemimpinan yang ada saat ini di mana kemampuan komunikasi sering kali diabaikan.

"Jangan normalisasikan narasi kalau orang dengan public speaking bagus itu tidak bisa kerja. Karena kita sudah melihat bagaimana pemimpin kita akhir-akhir ini. Jangankan bekerja, ngomong aja nggak pinter blas," pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung