Berita, Nasional

"Aktivis Bongkar Pola Ade Armando: Serang Dulu, Minta Maaf Belakangan "Rusak Reputasi Orang, Baru Minta Maaf"

Repelita.net

07 May 2026 17:59 WIB • 863 view

"Aktivis Bongkar Pola Ade Armando: Serang Dulu, Minta Maaf Belakangan "Rusak Reputasi Orang, Baru Minta Maaf"
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdebatan seputar pernyataan Ade Armando yang menyoroti praktik politik keluarga di Yogyakarta kembali mencuat ke permukaan pasca permohonan maaf yang dilayangkannya.

Setelah menyatakan penyesalan secara terbuka atas ucapannya, Ade Armando kini menjadi sasaran kritik tajam dari seorang aktivis yang tergabung dalam Kolaborasi Rakyat Jakarta bernama Andi Sinulingga.

ADVERTISEMENT

Andi menilai bahwa Ade Armando memiliki kebiasaan menyerang pihak lain lebih dahulu baru kemudian meminta maaf setelah desakan publik terhadapnya semakin kuat.

Menurut pandangannya, tindakan tersebut sudah melampaui batas karena dengan enteng dapat menghancurkan nama baik dan reputasi orang lain.

"Ade itu benar-benar bangsat biadab. Dengan mudah dia mutilasi reputasi orang," ujar Andi dalam pernyataannya yang dikutip pada Kamis (7/5/2026).

Andi juga mengamati bahwa Ade Armando memiliki pola perilaku yang khas ketika menghadapi berbagai respons dari publik atas pernyataan-pernyataannya.

Jika respons balik yang diterimanya kecil atau hanya berupa bisik-bisik lemah, maka Ade akan terus menggila dan menindas lawannya tanpa ampun.

"Jika respon balik kecil, maka ditindas olehnya," kata Andi menggambarkan karakter Ade menurut pengamatannya.

Namun sebaliknya, ketika Ade berhadapan dengan perlawanan yang ia anggap seimbang dan setara, maka sikapnya berubah menjadi pongah dan angkuh.

"Jika respon setara dia pongah," sambung aktivis tersebut melengkapi analisisnya tentang pola komunikasi mantan dosen UI itu.

Lebih jauh lagi, Andi menyoroti bahwa permintaan maaf dari Ade Armando baru lahir setelah gelombang tekanan dan kecaman dari publik sudah membesar seperti tsunami.

"Kalau respon besar baru dia minta maaf," tandas Andi Sinulingga mengakhiri kritik pedasnya terhadap Ade Armando.

Sebelum gelombang kritik ini terjadi, Ade Armando memang telah menyampaikan permohonan maaf buntut dari videonya yang membahas soal politik dinasti dan memicu perdebatan sengit di medsos.

Video permintaan maaf itu diunggah melalui akun X pribadi milik Ade pada Senin (4/12/2023) di mana ia menyatakan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang terjadi.

"Saya ingin ajukan permohonan maaf sebesar-besarnya seandainya video saya terakhir tentang politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ade Armando dalam rekaman video tersebut.

Ia juga mengaku mendengar isu bahwa dirinya akan ditangkap serta kantor PSI Yogyakarta akan digeruduk oleh massa yang tidak puas.

Karena itu Ade menegaskan dengan lantang bahwa apa yang ia sampaikan dalam video sebelumnya adalah pandangan pribadi dan sama sekali tidak mewakili sikap resmi partai.

"Apa yang saya sampaikan di video saya tersebut adalah pandangan saya, sikap politik saya. Ini tidak ada hubungannya dengan pandangan politik, sikap politik, maupun policy dari DPP PSI dan DPW PSI Yogyakarta," jelasnya seraya memastikan posisinya.

Ade menambahkan bahwa langkah menyampaikan maaf ini ia lakukan juga sebagai bentuk mengikuti arahan dari pimpinan DPP PSI yang menaunginya saat itu.

Polemik ini berawal ketika Ade mengkritik aksi demonstrasi mahasiswa BEM UI dan BEM UGM yang mengusung isu politik dinasti di Yogyakarta tanpa menyoroti sistem pemerintahan kesultanan di wilayah tersebut.

"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti," ucap Ade Armando dalam video yang menjadi sumber masalah tersebut.

Ia kemudian secara eksplisit menyinggung jabatan Gubernur DIY yang saat itu dipegang oleh Sultan Hamengku Buwono X yang berasal dari garis keturunan Kesultanan.

Menurut kacamata Ade, kondisi tersebut juga termasuk ke dalam kategori politik dinasti dan seharusnya menjadi bahan kritik para mahasiswa yang berdemo.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung