Berita, Timur Tengah

Aksi pilot F-22 AS ini bikin kaget F-4 Phantom Iran!

Repelita.net

02 May 2026 21:13 WIB • 1,088 view

Aksi pilot F-22 AS ini bikin kaget F-4 Phantom Iran!
Foto: Istimewa

Judul:

Aksi pilot F-22 AS ini bikin kaget F-4 Phantom Iran!

ADVERTISEMENT

Isi Berita:

Repelita Dunia Maya - Sebuah insiden dramatis pada 2013 kembali mengemuka di tengah ketegangan AS-Iran, di mana seorang pilot F-22 Raptor dengan berani mendekati dua jet F-4 Phantom Iran tanpa terdeteksi.

Insiden itu bermula ketika dua jet tempur F-4 Phantom Iran dikerahkan untuk mencegat drone MQ-1 Predator milik AS yang sedang terbang di wilayah udara internasional dekat perbatasan Iran.

Para pilot Iran tidak menyadari bahwa AS telah memberlakukan prosedur operasi standar baru setelah insiden sebelumnya: setiap drone yang terbang di dekat zona sengketa akan dikawal oleh jet siluman.

Seorang pilot F-22 Raptor yang saat itu tengah bertugas mengawasi Predator dari ketinggian berhasil mendeteksi kedatangan dua Phantom tersebut melalui radar canggihnya.

Dengan memanfaatkan teknologi siluman superior, pilot AS kemudian melesat turun dan terbang tepat di bawah perut salah satu pesawat F-4 untuk memeriksa konfigurasi persenjataan yang dibawa musuh.

Yang mengejutkan, sepanjang manuver berbahaya itu berlangsung, sistem radar dan pilot F-4 Iran sama sekali tidak menyadari keberadaan F-22 Raptor yang hanya berjarak beberapa meter di bawah mereka.

Setelah yakin kondisinya aman, pilot F-22 kemudian menggeser posisinya ke samping sayap kiri Phantom dan menghubungi pilot Iran melalui saluran radio darurat.

Dengan nada tenang namun tegas, pilot AS menyampaikan peringatan singkat yang kini menjadi legenda di kalangan penerbang: "You really oughta go home" (Kalian sebaiknya pulang).

Peringatan dari pesawat yang tidak terlihat oleh radar tersebut jelas membuat pilot Iran terkejut dan menyadari betapa rentannya posisi mereka saat itu.

Hanya dalam hitungan detik setelah peringatan itu disampaikan, kedua jet F-4 Phantom langsung membelokkan haluan dan terbang menjauh meninggalkan drone AS tanpa perlawanan.

Insiden yang hanya berlangsung beberapa menit itu secara gamblang menguak jurang teknologi yang sangat lebar antara armada tempur lawas Iran dengan pesawat generasi kelima milik AS.

Kisah ini dikonfirmasi langsung oleh mantan Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal Mark Welsh, yang mengungkapkan detail manuver tersebut dalam sebuah pengarahan pers pada September 2013.

Jenderal Welsh memuji kebijaksanaan pilot F-22 yang tidak hanya mengusir musuh, tetapi juga memastikan untuk tidak memicu konflik terbuka di wilayah udara internasional.

Dengan F-4 Phantom yang merupakan peninggalan era Perang Vietnam, Iran tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk mendeteksi atau melawan ancaman siluman modern sekelas F-22 Raptor.

Kejadian tersebut menjadi bukti nyata bahwa dalam pertempuran modern, teknologi siluman memberikan keuntungan luar biasa yang mampu mengubah jalannya konfrontasi udara tanpa perlu menembakkan sebutir peluru pun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung