Berita, Internasional

Akses Internet Sering Diputus Pemerintah Warga Rusia Ramai-Ramai Kembali Gunakan Uang Tunai untuk Transaksi

Repelita.net

11 May 2026 14:05 WIB • 738 view

Akses Internet Sering Diputus Pemerintah Warga Rusia Ramai-Ramai Kembali Gunakan Uang Tunai untuk Transaksi
Foto: Istimewa

Repelita [Moskow] - Tren penggunaan alat tukar fisik kini kembali mendominasi aktivitas perniagaan warga Rusia setelah pemerintah setempat secara rutin memutus akses data seluler di puluhan titik wilayah.

Kebijakan pemutusan sinyal internet secara berkala ini telah memaksa para pelaku usaha dan konsumen mencari alternatif transaksi yang lebih stabil demi kelancaran ekonomi mereka.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan terkini dari Bank Sentral Rusia, terjadi lonjakan sirkulasi uang kartal yang sangat signifikan mencapai 600 miliar rubel atau setara Rp140,26 triliun sepanjang April 2026.

Pihak otoritas moneter mengonfirmasi bahwa fenomena kenaikan ini merupakan rekor bulanan tertinggi sejak periode mobilisasi militer ke Ukraina yang terjadi pada bulan September 2022 silam.

Akumulasi pertambahan uang tunai dalam satu kuartal terakhir bahkan telah menembus 1,1 triliun rubel yang menunjukkan kepanikan publik terhadap ketergantungan sistem pembayaran berbasis digital.

Perwakilan otoritas perbankan menjelaskan situasi tersebut dengan menyatakan bahwa "Permintaan uang tunai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini terjadi karena masyarakat dan pelaku usaha ingin menyiapkan uang tunai untuk pembayaran, terutama karena adanya kabar tentang pemutusan internet sementara,"

Langkah pembatasan ruang siber ini diklaim oleh Kremlin sebagai tindakan preventif guna menangkal potensi serangan pesawat nirawak yang dikirimkan oleh pihak lawan ke jantung kota.

Pemutusan jaringan tersebut kini menyasar lebih dari 50 daerah administratif termasuk pusat pemerintahan di Moskow serta wilayah strategis lainnya seperti Sankt Peterburg secara harian.

Anggota Parlemen Rusia, Vladimir Gutenev, turut memberikan peringatan agar warga segera beradaptasi dengan keterbatasan teknologi yang sedang terjadi di tengah kondisi darurat keamanan negara.

Vladimir Gutenev menegaskan pandangannya kepada publik dengan menyatakan "Anda jangan hanya terbiasa dengan gaya hidup modern di pusat kota Moskow. Hidup ini tidak selalu tentang kenyamanan,"

Situasi ini tidak hanya melumpuhkan sistem pembayaran, namun juga menghambat layanan transportasi serta logistik yang selama ini sangat bergantung pada keberadaan sinyal internet seluler.

Anastasiia Kruope selaku peneliti dari Human Rights Watch turut memberikan komentarnya mengenai dampak sosial dengan menyebutkan "Ini sudah menjadi kendala yang cukup besar bagi para penyedia jasa yang sangat membutuhkan jaringan internet seluler,"

Menariknya, ketiadaan koneksi internet memicu kembalinya penggunaan teknologi lama seperti walkie-talkie dan pager yang tercatat mengalami kenaikan angka penjualan hingga 82 persen.

Masyarakat juga mulai memburu peta kertas dan perangkat telekomunikasi analog sebagai alat bertahan hidup di tengah kebijakan keamanan yang semakin membatasi ruang gerak teknologi modern.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung