Berita, Viral Sosmed

Ade Armando Bantah Fitnah Jusuf Kalla Terkait Kontroversi Video Mati Syahid dan Resmi Mundur dari PSI

Repelita.net

07 May 2026 21:39 WIB • 754 view

Ade Armando Bantah Fitnah Jusuf Kalla Terkait Kontroversi Video Mati Syahid dan Resmi Mundur dari PSI
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh media sosial Ade Armando memberikan bantahan keras atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla dalam sebuah diskusi digital.

Klarifikasi ini merupakan respons terhadap tindakan hukum yang menyeret namanya bersama Permadi Arya serta Grace Natalie akibat beredarnya cuplikan video ceramah milik tokoh nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Ade Armando memberikan penjelasan bahwa pembicaraan dalam siaran podcast miliknya hanya bertujuan untuk meninjau ketiadaan doktrin kekerasan dalam ajaran agama mana pun di dunia.

"Di dalam podcast kami itu yang sebetulnya kami katakan bukanlah hanya bahwa tidak ada ajaran semacam itu di dalam Kristen, yang kemudian di sampaikan oleh teman kami di dalam Alkitab adalah dilarang untuk membunuh," ucap Ade dalam program Interupsi pada Kamis 7 Mei 2026.

Ia mengungkapkan bahwa narasi yang diangkat dalam diskusi tersebut juga menyentuh perspektif Islam terutama terkait pemahaman yang benar mengenai konsep mendapatkan mati syahid.

"Jadi kami berimbang mengatakan bahwa baik di Alkitab maupun Al-Qur'an, tidak ada ajaran yang mengatakan bahwa kita harus berani membunuh atau dibunuh orang beragama lain, karena kalau kita dibunuh orang beragama lain kita akan mati syahid," kata dia.

Mantan dosen UI ini menolak anggapan bahwa isi konten tersebut sengaja dibuat untuk memicu kemarahan umat Kristiani atau memfitnah sosok Jusuf Kalla lewat potongan video singkat.

"Di dalam bahasan tersebut kami tidak sedang memfitnah Pak JK sebagai orang yang membakar kemarahan umat Islam maupun Kristen. Kami hanya mengatakan bahwa pernyataan Pak JK itu bermasalah bahwa beliau seolah-olah mengatakan bahwa baik dalam Kristen maupun Islam bahwa ada ajaran yang mengatakan bahwa membunuh umat beragama lain yang dianggap sebagai mati syahid," tuturnya.

Polemik ini memuncak setelah sebanyak 40 organisasi massa Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama memutuskan untuk mendatangi pihak Bareskrim Polri.

Laporan kepolisian tersebut dilayangkan untuk memproses hukum Ade Armando serta pengurus pusat PSI Grace Natalie terkait narasi potongan video ceramah Jusuf Kalla soal isu mati syahid.

Akibat persoalan yang terus bergulir di ranah publik tersebut Ade Armando diketahui telah mengambil keputusan besar dengan menyatakan mundur dari struktur kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia.

Langkah ini diambil agar polemik pribadi yang melibatkan dirinya dengan tokoh nasional tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap citra partai politik yang sempat menaunginya selama ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung