Repelita Ternate - Video bentrok yang terjadi di Halmahera Tengah, Maluku Utara, ramai beredar di media sosial dengan narasi yang diduga kuat bernuansa SARA, memicu kekhawatiran publik akan konflik antaragama.
Dalam video tersebut, tampak aksi saling serang antarwarga yang kemudian diklaim oleh sejumlah pihak sebagai perang antara kelompok Muslim dan Kristen di daerah itu.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono secara tegas membantah narasi SARA yang melekat pada video bentrok yang viral tersebut.
"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," terangnya di Ternate pada Senin.
Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti keterlibatan kelompok agama tertentu dalam peristiwa berdarah yang terekam dalam video itu.
"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," tandas kapolda membantah keras tuduhan perang antaragama.
Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun juga mempertegas bahwa peristiwa yang terekam dalam video tersebut murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung.
"Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA," ucap Stephen.
Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki sumber penyebaran video dengan narasi SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat Maluku Utara.
Kapolda memperingatkan bahwa siapa pun yang terbukti menyebarkan hoaks terkait konflik SARA akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok