Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Surat MWCNU Kasembon Melarang KKN UMM Ikut Kegiatan Keagamaan Warga Memancing Polemik Antarormas

Repelita.net

10 August 2026 21:06 WIB • 440 view

[VIRAL] Surat MWCNU Kasembon Melarang KKN UMM Ikut Kegiatan Keagamaan Warga Memancing Polemik Antarormas
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Unggahan dokumen instruksi pengurus cabang ormas keagamaan yang membatasi partisipasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Malang mendadak viral di media sosial.

Surat yang mencantumkan nama Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang tersebut menginstruksikan seluruh banom dan lembaga untuk tidak mengikutsertakan peserta KKN UMM pada agenda ibadah warga.

ADVERTISEMENT

Edaran bertanggal 5 Agustus 2026 yang mengusung topik penolakan aktivitas KKN kampus terkait melarang keterlibatan mahasiswa pada ruang TPQ, Madin, hingga rutinitas pengajian masyarakat.

Poin krusial dalam dokumen yang menjadi perbincangan publik tersebut mendasarkan batasan program pada perbedaan paham keagamaan serta identitas kelembagaan.

Seiring meluasnya polemik di ruang digital, otoritas Universitas Muhammadiyah Malang mengonfirmasi telah mencermati kemunculan surat instruksi tersebut.

Pihak rektorat memastikan agenda pengabdian mahasiswa di wilayah Kasembon tetap berjalan lancar berkat langkah dialog bersama pimpinan PCNU wilayah setempat.

Ketua Divisi LPPM UMM Arina Restian membeberkan bahwa jajarannya bergerak cepat membangun komunikasi dengan jajaran pengurus PCNU Kasembon begitu dokumen itu beredar.

Langkah mediasi melahirkan kesepakatan bahwa mahasiswa KKN terus melanjutkan program kerja dengan supervisi langsung dari jajaran PCNU.

Restian menegaskan narasi penolakan yang tertulis di edaran tidak mengekspresikan dinamika penerimaan warga Nahdliyin secara keseluruhan di lapangan.

Silang pendapat ini memicu diskusi hangat publik terkait penguatan toleransi antarormas Islam serta nilai kebersamaan dalam program pengabdian akademisi.

Para pihak mendorong penyelesaian polemik melalui tradisi tabayun demi mencegah munculnya gesekan sosial yang lebih luas di tengah masyarakat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung