Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Seteru Bro Ron Bongkar CCTV: Klaim Waketum PSI Pukul Duluan dan Lontarkan Makian Rasis Sebelum Dikeroyok

Repelita.net

07 May 2026 22:51 WIB • 734 view

[VIRAL] Seteru Bro Ron Bongkar CCTV: Klaim Waketum PSI Pukul Duluan dan Lontarkan Makian Rasis Sebelum Dikeroyok
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Fakta baru mulai terungkap dalam kasus keributan yang melibatkan Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga melalui kesaksian dari pihak yang berseberangan dengan sang politisi.

Melalui sebuah pernyataan di media sosial Facebook tertanggal 7 Mei 2026 sosok bernama Faisal Lohy mengklaim memiliki rekaman kamera pengawas yang menunjukkan kejadian sebenarnya di lokasi.

ADVERTISEMENT

Faisal memberikan penegasan bahwa bukti digital tersebut memperlihatkan aksi pemukulan awal yang dilakukan oleh sang politisi terhadap rekannya di area vital tubuh.

"Ini bukti CCTV Bro Ron Waketum PSI mukul kawan saya duluan di bagian ulu hati," ujar Faisal sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya di media sosial tersebut.

Pihaknya menyatakan tidak akan membeberkan seluruh rekaman ke ruang publik karena dokumen visual tersebut akan dijadikan sebagai alat bukti utama dalam laporan kepolisian nantinya.

Ia meminta agar pihak Bro Ron menghentikan narasi yang dianggapnya sebagai sebuah sandiwara guna mendapatkan simpati publik di tengah bergulirnya proses hukum kasus tersebut.

"Ini sedikit bukti yang dibebeberkan. Sisanya jadi alat bukti pelaporan ke polisi. Hentikan sandiwaramu Bro Ron," tukas Faisal memberikan peringatan keras kepada sang Waketum.

Selain masalah kontak fisik Faisal juga melontarkan tuduhan serius mengenai adanya ucapan bernada diskriminasi rasial yang diduga keluar dari mulut petinggi partai tersebut saat insiden.

Ia menilai telah terjadi pemutarbalikan fakta yang dilakukan secara sistematis melalui pembingkaian informasi di media sosial oleh pihak-pihak yang mendukung gerakan sang politisi.

"Hentikan framing licikmu putar balikan fakta. Kau harusnya malu sebagai Waketum PSI. Preman dan rasis," katanya dalam sebuah cuitan di facebook.com.

Faisal merinci bahwa rekaman CCTV tersebut menangkap kalimat-kalimat kasar yang dianggap sangat merendahkan martabat rekannya yang saat itu sedang berada di tempat kejadian perkara.

"Bukti CCTV yang ada menunjukkan perilaku premanismemu, mukul kawan saya sambil keluarkan kata-kata rasis 'kau babu siapa, kau anjing siapa, kau Ambon monyet'," ungkapnya menirukan kembali rekaman tersebut.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak Faisal insiden fisik tersebut sempat ditengahi oleh aparat kepolisian serta Babinsa yang segera datang untuk mengamankan situasi di gedung tersebut.

Setelah dipukul rekan Faisal sempat turun ke lantai bawah namun memutuskan kembali naik ke lantai empat karena merasa tidak terima atas perlakukan kasar dan penghinaan rasial yang diterima.

"Teman saya nggak terima, kok bisa dia mukul saya, sambil keluarkan kata-kata rasis," lanjut Faisal menjelaskan alasan di balik aksi serangan balasan yang akhirnya terjadi kemudian.

Faisal mengonfirmasi bahwa setelah rekannya kembali ke lantai atas terjadi perkelahian yang menyebabkan luka fisik cukup serius pada bagian wajah Wakil Ketua Umum DPP PSI tersebut.

"Akhirnya naik kembali ke lantai 4 dan Bro Ron diberi salam olahraga hingga kecap wajahnya," tandasnya mengakhiri penjelasan mengenai bentrokan fisik yang sempat terekam kamera tersebut.

Di sisi lain Partai Solidaritas Indonesia tetap pada posisi mengecam keras tindakan anarkis yang dialami kadernya dan menilainya sebagai ancaman serius terhadap keamanan warga negara di ruang publik.

Juru Bicara DPP PSI Kamaruddin menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap segala bentuk kekerasan fisik dalam sebuah negara yang berlandaskan pada supremasi hukum yang berkeadilan.

“Kejadian yang menimpa Bro Ron merupakan ancaman nyata atas kebebasan dan keamanan warga negara. Jangan pernah kompromi dengan kekerasan,” ujar Kamaruddin dalam pernyataan pers pada 5 Mei 2026.

Pihak partai mendorong penuh aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan mendalam dan menjatuhkan sanksi tegas kepada siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan.

“Semua yang terlibat dalam aksi pemukulan ini harus ditindak tegas tanpa kecuali. Kami akan terus memantau agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Kamaruddin dalam keterangannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung