Berita, Timur Tengah

[VIRAL] Perang AS Iran, Netanyahu Pusing Grasi Ditolak Presiden Israel, Ini Memalukan?

Repelita.net

27 April 2026 21:10 WIB • 805 view

[VIRAL]  Perang AS Iran, Netanyahu Pusing Grasi Ditolak Presiden Israel, Ini Memalukan?
Foto: Istimewa

Repelita Yerusalem - Ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Iran semakin mendidih di tengah kabar mengejutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini pusing tujuh keliling karena permintaan grasinya dalam kasus korupsi justru ditolak oleh Presiden Israel Isaac Herzog .

Alih-alih mendapat dukungan dari negaranya sendiri di tengah krisis perang multi-front yang melibatkan Iran dan Hizbullah, Netanyahu malah mendapat pukulan telak ketika keputusan resmi keluar dari kantor kepresidenan Israel pada Senin (27/4/2026) .

ADVERTISEMENT

Presiden Isaac Herzog secara tegas memutuskan untuk tidak memberikan grasi kepada Netanyahu dalam kasus korupsi yang telah menjeratnya selama hampir enam tahun, setidaknya untuk saat ini .

Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times yang mengutip dua pejabat senior Israel yang mengetahui langsung pemikiran Herzog mengenai permintaan grasi yang diajukan Netanyahu pada November lalu .

Alih-alih mengabulkan permintaan grasi yang diajukan perdana menteri, Herzog memilih jalan lain yaitu memfasilitasi proses mediasi untuk mencapai kesepakatan plea bargain antara Netanyahu dan jaksa penuntut .

"Presiden Isaac Herzog menganggap solusi damai antara kedua belah pihak adalah kepentingan publik yang penting," demikian pernyataan resmi Kantor Kepresidenan Herzog seperti dikutip media, Senin (27/4/2026) .

Pernyataan itu menegaskan komitmen Herzog untuk menjaga persatuan di tengah perpecahan politik yang semakin parah akibat perang multi-front yang melibatkan Iran di Selat Hormuz dan Hizbullah di Lebanon .

Bagi Herzog, keputusan ini bukanlah hitam-putih karena memberi grasi sekarang akan memicu badai politik sedangkan menolaknya mentah-mentah juga sama berbahayanya, apalagi Israel akan menghadapi pemilihan umum dalam enam bulan .

Proses mediasi ini akan melibatkan dua kubu yang saling berhadapan yaitu pengacara Netanyahu Amit Hadad dan Jaksa Agung Gali Baharav-Miara yang dikenal sebagai musuh ideologis pemerintah .

Ini bukan tugas mudah karena Jaksa Agung sebelumnya telah memblokir sejumlah inisiatif legislatif pemerintah, namun Herzog yakin ada ruang untuk kreativitas dan terobosan hukum dalam kerangka mediasi .

Media Israel Maariv bahkan memperingatkan bahwa perpanjangan perang gesekan dan keputusan politik Netanyahu telah menempatkan Israel dalam situasi krisis militer dan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya .

Menariknya, media Israel juga mengakui bahwa tentara Israel tidak hanya menderita krisis personel tetapi juga krisis struktural yang serius di mana banyak tentara mencari pensiun dini karena kelelahan mental dan fisik akibat perang yang berkepanjangan .

Keputusan Herzog untuk menunda grasi ini semakin memperumit posisi Netanyahu yang sebelumnya berharap bisa lolos dari jeratan hukum dengan memanfaatkan popularitasnya sebagai pemimpin masa perang .

Para analis menilai bahwa penolakan grasi ini bisa menjadi pukulan telak bagi Netanyahu yang selama ini menganggap dirinya sebagai satu-satunya pemimpin yang mampu menghadapi ancaman Iran .

"Ini memalukan bagi Netanyahu," kata seorang pejabat senior yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media, mengomentari situasi yang dialami perdana menteri di tengah tekanan perang .

"Saat negara sedang berperang di tiga front, presiden negaranya sendiri justru menolak memberikan grasi. Ini adalah tamparan keras bagi seorang pemimpin yang selalu membanggakan diri sebagai 'Mr Security'," tambahnya .

Dengan ditolaknya grasi dan dipilihnya jalur mediasi yang membutuhkan proses panjang, Netanyahu kini berada dalam posisi yang sangat terjepit di tengah eskalasi perang AS-Iran yang kian tidak terkendali .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung