Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Penumpang Wanita Dianiaya Brutal di JakLingko, Pelaku Eks Pasien RSJ Diamankan Polisi Pesanggrahan

Repelita.net

23 May 2026 18:00 WIB • 1,044 view

[VIRAL] Penumpang Wanita Dianiaya Brutal di JakLingko, Pelaku Eks Pasien RSJ Diamankan Polisi Pesanggrahan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus tindak kekerasan fisik menimpa seorang penumpang wanita di dalam armada transportasi massal JakLingko rute Lebak Bulus-Cipulir hingga menjadi perhatian luas warganet di media sosial.

Aksi penganiayaan brutal tersebut berlangsung di dalam unit angkutan umum nomor RSG 1779 wilayah Jalan Ulujami Raya tepatnya di area kolong Tol Ulujami Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan pada hari Kamis tanggal 20 Mei.

ADVERTISEMENT

Korban yang diidentifikasi bernama Berliana langsung mendatangi kantor kepolisian sektor setempat guna melaporkan insiden traumatis yang dialaminya sesaat setelah berhasil menyelamatkan diri.

Pihak aparat penegak hukum yang melakukan penangkapan mendapati data medis bahwa pelaku penyerangan berinisial NS merupakan seorang mantan pasien rumah sakit jiwa yang baru menghirup udara bebas.

“Ini kejadian terjadi kurang lebih dua hari yang lalu di dalam angkutan JakLingko 49 dengan nomor RSG 1779 rute Lebak Bulus-Cipulir. Di mana lokasi TKP kejadian berada di Jalan Ulujami Raya atau di Kolong Tol Ulujami. Di mana Mbak Berliana mendapatkan tindakan fisik kekerasan, ada pemukulan dan juga penendangan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial RS,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan, Sabtu (23/5).

Kompol Seala menerangkan bahwa penyidik langsung memproses pengaduan korban dengan melakukan pengambilan keterangan berkas acara pemeriksaan serta memfasilitasi kebutuhan visum et repertum ke rumah sakit.

Langkah taktis kepolisian berjalan beriringan dengan mencuatnya rekaman dokumentasi amatir yang memperlihatkan detik-detik aksi kekerasan di dalam kabin kendaraan massal tersebut hingga viral di platform digital.

“Pada saat terjadi kejadian tersebut, pihak Mbak Berliana sendiri langsung mendatangi Polsek Pesanggrahan, dilakukan pemeriksaan oleh unit Reskrim, didampingi pendampingan visum. Setelah itu memang malam-malamnya viral video, itu memang sudah berjalan beriringan,” ujarnya.

Berbekal alat bukti yang cukup, tim operasi reserse kriminal bergerak cepat mengamankan sosok tersangka yang terindikasi kuat mengidap riwayat gangguan kejiwaan mendalam.

“Untuk terduga pelaku sendiri sudah kami amankan. Terduga pelaku sendiri berinisial NS, usia 30 tahun. Untuk saat ini memang belum genap, kurang lebih 1 tahun, yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ atau Rumah Sakit Jiwa karena ada mengalami gangguan mental atau gangguan kejiwaan,” tutur Seala.

Guna menindaklanjuti status medis pelaku, korps baju cokelat tersebut kini menggandeng pihak instansi sosial terkait untuk mekanisme pemeriksaan klinis berkala di pusat pemulihan jiwa.

“Dinsos juga nanti akan bekerja sama dengan pihak dari Rumah Sakit Jiwa ya Pak ya, untuk melakukan uji klinis terhadap pelaku. Nanti hasilnya seperti apa, yang pasti kasus ini akan kita tangani sesuai dengan aturan atau prosedur yang berlaku,” katanya.

Berdasarkan kesaksian Berliana, pelaku penyerangan awalnya menaiki angkutan umum dari kawasan Kolong Tol Bintaro dengan gestur tubuh layaknya pengguna jasa transportasi pada umumnya.

“Awalnya itu dia naik dari Kolong Tol Bintaro, terus dia masuk duduk di barisan belakang sopir tapi paling pojok,” ujar Berliana.

Kondisi kondusif di dalam kendaraan mendadak berubah mencekam ketika pelaku mulai mengamuk akibat kendala teknis pada mesin pemindai kartu transaksi elektronik angkutan.

“Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu, kayak ‘Mau di-tap-in nggak kartunya?!’. ‘Kalau ditanya apa jawab apa!’, gitu kan,” kata dia.

Ketika Berliana berniat bergerak memberikan ruang bagi penumpang lain yang hendak beranjak turun dari pintu geser, pelaku justru melayangkan tamparan keras ke arah wajahnya.

“Tiba-tiba ditampar aja sebelah kiri gitu. Terus saya kaget, ‘Kenapa ditampar?’, gitu. Terus dia balik lagi ngomong kayak ‘Lu ditanya apa jawab apa!’,” ucapnya.

Korban sejatinya sempat berupaya mengaktifkan kamera telepon genggam miliknya, namun tindakan tersebut justru dibalas pelaku dengan hantaman fisik bertubi-tubi.

“Ya kurang lebih ditabok 4 sampai 5 kali, tendangnya satu sampai dua kali sih, saya juga lupa karena kejadiannya terlalu cepat juga sih,” ujarnya.

Dalam keadaan terguncang dan tidak berdaya, Berliana sempat didera dilema batin untuk tetap memaksakan diri menuju lokasi kerja atau memprioritaskan penyelesaian kasus hukumnya.

“Saya masih mikir ini laporan atau kerja. Akhirnya saya turun di Cipulir, ya udahlah laporan aja gitu dalam kondisi tidak stabil, nggak enak badan juga kan,” katanya.

Di hadapan awak media dan penyidik, Suhari selaku perwakilan keluarga dari pihak tersangka menyampaikan nota permohonan maaf yang mendalam atas perbuatan merugikan yang dilakukan anaknya.

“Saya secara pribadi, saya mohon maaf sedalam-dalamnya apabila anak saya itu memang kondisi dan situasinya fisiknya memang agak kurang,” sambungnya.

Petugas dari Dinas Sosial Kecamatan Pesanggrahan berjanji akan mengawal seluruh rangkaian pemeriksaan kejiwaan lanjutan sesuai dengan rekam jejak pengobatan medis yang dimiliki pelaku.

“Untuk kasus hukumnya sesuai prosedur yang berlaku sambil tadi disampaikan oleh Dinsos, Dinsos melakukan pendampingan ke rumah sakit jiwa yang sesuai dengan rujukannya, dari rekam medisnya, dan nanti menunggu uji klinis,” kata Seala.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung