Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Lokasi Dapur MBG Dekat Tumpukan Sampah Disorot, Warganet: Pantas 72 Siswa Tumbang Massal

Repelita.net

05 April 2026 21:44 WIB • 950 view

[VIRAL] Lokasi Dapur MBG Dekat Tumpukan Sampah Disorot, Warganet: Pantas 72 Siswa Tumbang Massal
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah unggahan di media sosial menyoroti lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berada di dekat tumpukan sampah, memicu pertanyaan publik terkait standar kebersihan program Makan Bergizi Gratis.

Unggahan tersebut menjadi perhatian luas setelah dikaitkan dengan insiden puluhan siswa yang tumbang massal diduga akibat keracunan makanan di wilayah Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

"Pantas saja 72 siswa di Jaktim kemarin tumbang massal," tulis akun X @triwul82 dalam cuitannya yang viral.

Ia menyebut bahwa jika standar pemilihan lokasi dapur saja sudah seburuk itu, maka keracunan massal bukan lagi sekadar kecelakaan melainkan konsekuensi logis dari ketololan sistemik.

Ia menekankan bahwa kondisi lingkungan yang tidak higienis di sekitar dapur berpotensi besar memicu kontaminasi silang terhadap makanan yang akan didistribusikan kepada siswa.

Selain akun @triwul82, akun X @Jenniestale juga menyampaikan hal serupa dengan menyoroti lokasi dapur SPPG yang dikepung tumpukan sampah dan gerobak limbah.

"Namanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tapi lokasinya dikepung tumpukan sampah dan gerobak limbah," timpalnya dalam unggahan tersebut.

"Bagaimana mungkin sterilitas makanan bisa dijamin jika aroma busuk dan risiko kontaminasi ada tepat di depan pintu dapur?" sambung dia mempertanyakan standar kelayakan yang diterapkan.

Sebelumnya, insiden dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis terjadi di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat, 3 April 2026.

Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah dilaporkan mengalami berbagai gejala gangguan kesehatan seperti sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi menu yang disediakan.

Menu yang disajikan saat itu terdiri dari spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi sebagai pelengkap.

Dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan erat dengan kondisi makanan yang tidak lagi segar saat dikonsumsi oleh para siswa.

Jeda waktu yang terlalu panjang antara proses memasak dan distribusi dinilai berpotensi menurunkan kualitas makanan secara signifikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan tanggung jawab penuh terhadap para korban termasuk pembiayaan pengobatan.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya akan menanggung seluruh biaya perawatan siswa yang terdampak di rumah sakit.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik dalam keterangannya pada Sabtu, 4 April 2026.

BGN juga memastikan langkah tanggap darurat telah dilakukan dengan cepat, termasuk koordinasi intensif bersama fasilitas kesehatan untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.

Sebagai bentuk evaluasi menyeluruh, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pondok Kelapa hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Penghentian operasional ini akan berlangsung hingga standar kelayakan dapur dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan kebersihan dan keamanan pangan.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegas Nanik.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan secara menyeluruh guna menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG ke depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung