Repelita Jakarta - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan viral dari akun Threads its_me_gyn (G) pada 8 April 2026 yang mengaku terkejut saat mencari dokter spesialis endokrin.
“Lagi tertarik nyari dokter spesialis endokrin, pas scrolling kok mahal bgt ini dokter 1,7 juta cuma buat konsultasinya… Mana yang booking 2rb orang woy, makin kepo sama backgroundnya… pas di cari tau ternyata… Ternyata wakil menteri kesehatan🤪,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat karena banyak netizen yang kaget sekaligus penasaran dengan sosok dokter bersangkutan.
Tarif konsultasi sebesar Rp1,7 juta dinilai sangat tinggi dibandingkan rata-rata biaya konsultasi dokter spesialis di Indonesia pada umumnya.
Dokter spesialis endokrin sendiri menangani berbagai gangguan hormon seperti diabetes, gangguan tiroid, hingga masalah metabolisme yang tergolong kompleks dan membutuhkan keahlian khusus.
Beberapa faktor yang memengaruhi mahalnya biaya konsultasi antara lain pengalaman dan reputasi dokter, jabatan publik atau akademik, serta permintaan pasien yang tinggi dengan jam praktik terbatas.
Dalam kasus viral ini, fakta bahwa dokter tersebut merupakan Wakil Menteri Kesehatan menjadi faktor utama yang menjelaskan tingginya tarif sekaligus banyaknya antrean pasien.
Fenomena dokter yang juga menjabat sebagai pejabat negara bukanlah hal baru di Indonesia, namun sering memicu diskusi publik ketika praktik medisnya berjalan dengan tarif premium.
Beberapa netizen menilai tarif tersebut wajar mengingat kapasitas dan pengalaman yang dimiliki, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat umum.
Komentar netizen pun beragam, ada yang menuliskan “Pantes mahal, ilmunya bukan kaleng-kaleng,” serta “Tapi tetap aja bikin kaget sih harganya,” dan “2 ribu yang booking? Ini dokter apa artis😭”.
Jumlah antrean yang disebut mencapai 2.000 orang menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap dokter tersebut di tengah kurangnya jumlah dokter spesialis endokrin.
Unggahan sederhana dari pengalaman pribadi ini kembali membuktikan kekuatan platform Threads dalam menciptakan viralitas dengan cerita yang relatable dan dikemas secara santai.
Kasus viral ini bukan sekadar soal mahal atau tidak, melainkan membuka diskusi tentang kualitas layanan, akses kesehatan, serta fenomena dokter yang merangkap sebagai pejabat publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok