Repelita [Jakarta] - Investigasi Majalah Tempo bersama jurnalis asal India mengungkap dugaan operasi penipuan internasional yang melibatkan warga negara India bernama Gaurav Srivastava.
Gaurav disebut membangun citra sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan komunitas intelijen Amerika Serikat, termasuk mengklaim hubungan dengan CIA .
ADVERTISEMENT
Narasi tersebut membuka aksesnya ke sejumlah tokoh penting di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia dilaporkan pernah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto ketika masih menjabat Menteri Pertahanan serta pengusaha Hashim Djojohadikusumo .
Salah satu pertemuan disebut berlangsung di Hambalang pada 2022 .
Gaurav aktif menawarkan kerja sama di sektor pertahanan dan terlibat dalam pembahasan awal pengadaan alutsista .
Rencana tersebut mencakup Letter of Intent untuk pengadaan helikopter dan pesawat tempur, namun tidak pernah terealisasi .
Investigasi juga mengungkap transaksi bisnis senilai sekitar US$51 juta atau lebih dari Rp918 miliar yang berkaitan dengan perusahaannya .
Laporan tersebut tidak menyatakan dana tersebut berasal dari APBN Indonesia atau negara mengalami kerugian.
Sebelum diungkap Tempo, sepak terjang Gaurav telah menjadi perhatian media internasional seperti Financial Times, The Wall Street Journal, dan Project Brazen .
Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme due diligence dan sistem verifikasi terhadap pihak asing di sektor pertahanan .
Pengamat menilai sektor pertahanan memiliki tingkat sensitivitas tinggi sehingga setiap komunikasi harus melalui proses verifikasi berlapis.
Hingga laporan dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi pemerintah mengenai kebocoran rahasia negara atau kerugian keuangan akibat aktivitas Gaurav.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman keamanan nasional tidak selalu hadir dalam bentuk spionase konvensional.
Gaurav Srivastava telah membantah seluruh tuduhan dan menyebutnya sebagai rekayasa besar . (*)
Editor: 91224 R-ID Elok