Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Fenomena Cahaya Misterius di Langit Lampung dan Banten

Repelita.net

05 April 2026 23:30 WIB • 1,265 view

[VIRAL] Fenomena Cahaya Misterius di Langit Lampung dan Banten
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Fenomena cahaya misterius yang melintasi langit wilayah Lampung, Banten, hingga pesisir utara Jawa pada Sabtu malam, 4 April 2026, akhirnya terungkap setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan resmi.

Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa benda bercahaya yang sempat viral di media sosial tersebut bukanlah meteor atau rudal, melainkan pecahan sampah antariksa berupa bekas roket China jenis CZ-3B (Long March 3B).

ADVERTISEMENT

"Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa," ujar Thomas dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu, 5 April 2026.

Berdasarkan informasi dari Space-Track dan analisis orbit, bekas roket China tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera sebelum akhirnya memasuki atmosfer.

Pada sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggian objek tersebut turun hingga di bawah 120 kilometer sehingga memasuki atmosfer padat, terus meluncur, terbakar, dan pecah menjadi serpihan-serpihan kecil.

Proses re-entry atau masuknya kembali benda buatan manusia ke atmosfer Bumi ini menciptakan cahaya oranye kemerahan yang terlihat jelas oleh warga di Lampung, Banten, Karawang, hingga Kepulauan Seribu.

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui tim Sains Atmosfer dan Keplanetan serta Observatorium Astronomi ITERA Lampung juga mengonfirmasi hal yang sama.

"Interpretasi awal para dosen Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta staf OAIL, kemungkinan besar objek ini adalah sisa roket China, CZ-3B R/B (rocket body)," tulis akun resmi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA melalui Instagram.

Fenomena ini sempat memicu kepanikan warga karena kemunculannya bersamaan dengan eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah warga mengaku mendengar suara dentuman keras saat benda tersebut melintas, sehingga banyak yang mengira fenomena itu sebagai serangan rudal atau pesawat jatuh.

Seorang warga Lampung Timur bernama Setiawan menceritakan suasana mencekam saat benda itu melintas tepat di atas rumahnya.

"Awalnya kaget karena ada suara dentuman. Setelah saya keluar rumah, saya makin kaget melihat ada benda langit itu. Kami sempat takut itu rudal salah sasaran," ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Rudi, warga Sukadana, yang melihat sinar api panjang tersebut saat dalam perjalanan menuju pasar.

"Kalau kembang api tidak mungkin setinggi itu," ujarnya memastikan bahwa objek tersebut bukan sekadar petasan atau kembang api biasa.

BRIN menjelaskan bahwa sampah antariksa merupakan objek buatan manusia yang berada di luar angkasa dan sudah tidak berfungsi lagi, seperti satelit mati, bagian roket, hingga pecahan dari tabrakan objek di orbit.

Indonesia memiliki potensi dilintasi sampah antariksa karena berada di wilayah khatulistiwa yang menjadi lintasan orbit banyak satelit dan roket.

BRIN mencatat beberapa kejadian sampah antariksa yang pernah jatuh di wilayah Indonesia, antara lain tahun 1981 di Gorontalo milik Rusia, 1988 di Lampung milik Rusia, 2004 di Bengkulu milik RRT, 2016 di Sumenep Madura milik Amerika Serikat, 2017 di Sumatera Barat milik RRT, dan 2022 di Kalimantan Barat milik RRT.

Sampah antariksa yang jatuh ke Bumi menjadi tanggung jawab negara pemiliknya berdasarkan ketentuan hukum internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung