Repelita [Jakarta] - Diskusi hangat mengenai perbedaan gaya kepemimpinan antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Prabowo Subianto mendadak ramai di media sosial, dipicu oleh unggahan akun Twitter @txtkarir pada 19 Juni 2026.
Warganet menyoroti latar belakang militer yang sama di antara keduanya, namun dengan pendekatan yang dianggap sangat kontras dalam menjalankan roda pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Dalam utas yang dibagikan oleh akun @erlanishere, dijelaskan bahwa perbedaan watak keduanya berakar dari pengalaman masa muda.
SBY disebut sebagai sosok militer yang memiliki latar belakang pendidikan sipil mumpuni, termasuk gelar manajemen bisnis dari Amerika Serikat dan ekonomi pertanian dari IPB.
Hal ini menjadikan SBY sebagai sosok yang moderat serta menjunjung tinggi supremasi sipil selama menjabat.
Sebaliknya, Prabowo digambarkan sebagai sosok yang dibesarkan di era Orde Baru dengan penugasan operasional militer di lapangan.
Pola pendidikan yang berbeda ini dinilai berpengaruh signifikan pada gaya pengambilan kebijakan hingga cara keduanya merespons kritik.
Berbagai tanggapan netizen pun mengalir deras di kolom komentar terkait fenomena militerisasi dalam pemerintahan saat ini:
@tifosi_XLVIII: SBY jg waktu itu masih ditempel ketat ama oposan Banteng. Mekanisme balance masih ada.
@teslaj754: Presiden , Jendral bintang 4 , Profesor & Doktor (non HC) , Doktor HC , Ketum Parpol , Musisi produktif , Pelukis handal , Pembina voli (juara proliga).
@sachikorui_: soalnya blio jg ga pure militer doang tp blajar ekonomi sosial jdi ngerti lah pengaplikasiannya di masyarakat. ga cma ngrti di barak doang.
@akbardani: Sederhananya, Pemerintahan sekarang dipegang Faksi ideologis Supremasi Militer Matra tertentu (Thanks to naive and ignorant voters).
Analisis netizen lainnya menyebutkan bahwa SBY adalah hasil dari era reformasi yang harus beradaptasi dengan mekanisme demokrasi yang ketat.
Sementara itu, gaya pemerintahan saat ini dikaitkan dengan pendekatan Orde Baru yang dinilai lebih mengedepankan pengaruh kekuasaan untuk mempertahankan posisi.
Ketimpangan pendidikan dan cara pandang terhadap konstitusi disebut menjadi faktor utama mengapa atmosfer kepemimpinan saat ini terasa sangat kental dengan aroma militer. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Untuk menjawab ini, sebenernya bisa dilihat dari bagaimana masa muda mereka berdua dihabiskan.
— Mas Gres (@erlanishere) June 19, 2026
Zaman orde baru, Prabowo lebih sering ditugaskan sama mertuanya jadi komandan operasi militer di lapangan buat tangkap/ciduk target. Dan dari kecil juga emang berhasrat untuk punya… https://t.co/nOz8pUIp2z