Berita, Nasional

[VIRAL] Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Rp450 Juta Setahun

Repelita.net

07 May 2026 19:22 WIB • 902 view

[VIRAL] Anggaran Laundry Gubernur Kaltim Rp450 Juta Setahun
Foto: Istimewa

Repelita Kalimantan Timur - Media sosial tengah diguncang oleh temuan anggaran mengejutkan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mengalokasikan dana sebesar Rp450 juta per tahun untuk keperluan cuci mencuci.

Dana yang bersumber dari APBD 2026 tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai kebutuhan pencucian pakaian hingga perlengkapan rumah jabatan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.

ADVERTISEMENT

Kegaduhan semakin menjadi setelah beredar bocoran potret kuitansi dari sebuah tempat usaha bernama Alwan Laundry yang ditujukan kepada Biro Umum Setda Provinsi Kaltim.

Dalam kuitansi bernomor 0042 tersebut, tercatat tagihan fantastis mencapai Rp20.984.550 untuk periode layanan hanya satu minggu, tepatnya dari tanggal 25 hingga 31 Maret 2026.

Publik sontak dihadapkan pada fakta bahwa biaya cucian pakaian dalam satu pekan itu nyaris menyentuh angka Rp21 juta.

Jika dibedah lebih rinci, patokan harga satuan yang dibebankan kepada pemerintah provinsi membuat banyak orang menggeleng-gelengkan kepala.

Mayoritas layanan yang diberikan menggunakan sistem paket Express 3 Jam dan Express 6 Jam dengan tarif yang terbilang sangat tinggi.

Beberapa rincian harga yang paling menyita perhatian publik antara lain pakaian dalam sebesar 25 satuan dengan total Rp375.000 atau Rp15.000 per potong.

Kemudian layanan cuci untuk gamis sebanyak 7 satuan dibanderol Rp700.000 atau sama dengan Rp100.000 per helai.

Taplak meja pun tidak kalah mengejutkan dengan 26 satuan seharga Rp910.000, yang berarti per buahnya mencapai Rp35.000.

Adapun layanan cuci kemeja dengan paket Express 3 Jam untuk 6 satuan dibanderol total Rp600.000 atau Rp100.000 per potong.

Melihat rincian harga yang melambung jauh di atas standar layanan laundry konvensional di masyarakat, warganet pun sontak membanjiri kolom komentar dengan rasa penasaran.

Seorang pengguna platform Threads dengan akun @allicecia meluapkan keterkejutannya yang kemudian menjadi viral di berbagai lini masa.

"HAH? sekali lagi HAAAHHH ?!? Shock liat detail rincian kuitansi Laundry gubernur Kaltim SERIUS INI BENTUKAN TEMPAT LAUNDRY KAYA GINI, tapi harga ngalahin 5asec ?!? btw, ini foto tempat laundry dr google maps ya, alamat sesuai dengan yg di kuitansi. Ini nyuci pakain atau nyuci ytta ????? Gile sampe gak bisa berkata kata, Lagian itu serius harga satuan? Nyuci sempak sebiji 15rebu? Semua di express biar apa?????"

Untuk memberikan gambaran betapa gila nominal tersebut, mari kita konversikan nilai tagihan cucian tersebut ke dalam bentuk kendaraan bermotor yang familiar di masyarakat Indonesia.

Satu kuitansi mingguan sebesar Rp20.984.550 itu setara dengan harga satu unit sepeda motor matic baru yang masih mulus.

Dengan uang sejumlah itu, seseorang bisa membawa pulang satu Honda BeAT CBS terbaru langsung dari dealer resmi.

Jika ditambah sedikit, nominal tersebut sudah cukup untuk memiliki Honda Vario 125 CBS yang lebih bertenaga dan nyaman.

Dengan kata lain, setiap pekan biaya cuci pakaian di rumah jabatan Gubernur Kaltim setara dengan membuang satu motor matic baru ke dalam mesin cuci.

Jika diperluas ke skala tahunan, alokasi pagu anggaran sebesar Rp450.000.000 itu sudah memasuki ranah kendaraan roda empat kelas menengah ke atas.

Anggaran cuci baju setahun tersebut dapat langsung digunakan untuk memboyong satu unit Toyota Kijang Innova Zenix tipe G Non-Hybrid secara tunai keras.

Dari angka segitu, masih tersisa belasan juta rupiah yang cukup untuk memodifikasi velg mobil tersebut.

Apabila pilihannya mobil SUV bergaya tangguh, dana Rp450 juta juga sangat longgar untuk menebus Mitsubishi Xpander Cross tipe Premium CVT.

Atau masyarakat juga bisa membeli satu unit Honda HR-V tipe E CVT hanya dengan menggunakan anggaran laundry satu tahun milik Pemprov Kaltim.

Fakta bahwa anggaran kebersihan yang merupakan kebutuhan rutin sehari-hari ini memiliki nilai setara dengan aset kendaraan mobilitas kelas menengah tentu menjadi ironi yang menggelitik.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih serba sulit bagi sebagian besar rakyat, pemborosan anggaran semacam ini memicu diskusi hangat tentang efisiensi dan transparansi penggunaan dana publik di daerah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung