Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Aksi Poster Tiga Wanita Soroti Karhutla, Ekspansi Sawit, dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke Israel

Repelita.net

27 October 2026 14:27 WIB • 88 view

[VIRAL] Aksi Poster Tiga Wanita Soroti Karhutla, Ekspansi Sawit, dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke Israel
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Langkah penyampaian aspirasi terbuka mengenai tata kelola komoditas perkebunan nasional serta jalur hubungan dagang internasional kini tengah memicu sorotan tajam di ruang digital.

Informasi perihal situasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @balikpapances_ yang menyoroti unjuk rasa mengenai keterkaitan antara kebakaran lahan dengan ekspor komoditas.

ADVERTISEMENT

"Viral aksi tiga wanita membawa poster bertuliskan “Hutan Indonesia Dibakar”, “Hutannya Ditanami Sawit”, dan “Sawitnya Buat Israel”. Aksi ini menyoroti isu karhutla, perkebunan sawit, hingga perdagangan sawit Indonesia dengan Israel. Berdasarkan data World Bank WITS 2025, Indonesia tercatat mengekspor produk minyak sawit ke Israel. 🌴🔥🇵🇸" tulis akun @balikpapances_ dalam unggahan media sosial yang terpantau pada hari Selasa tanggal dua puluh tujuh Oktober dua ribu dua puluh enam.

Publikasi dokumentasi visual mengenai demonstrasi isu lingkungan hidup tersebut seketika memancing beragam opini dari para pengguna media sosial lain di kolom komentar.

Pernyataan bernada kecaman keras atas temuan jalur perdagangan komoditas ke wilayah konflik timur tengah diutarakan oleh akun @anggiena_a secara emosional.

"Pantesan berasa digenosida begini, ternyata buat dikirim ke sriwil 😡" tulis akun @anggiena_a meluapkan kekesalannya.

Sementara itu, analisis ideologis mengenai relasi kepemimpinan politik antarnegara serta tawaran sistem tata kelola pemerintahan keagamaan dipaparkan oleh akun @aqidah_first_aid di halaman resmi tersebut.

"Btw Prabowo & Netanyahu itu sama2 pro-demokrasi & anti-Khilafah. Karena demokrasi itu memudahkan orang2 jahat berkuasa serta membuat hukum & aturan suka2, dan ketiadaan Khilafah itu melemahkan ummat Islam sehingga Isntreal tidak tercegah melakukan genosida... Demokrasi hanyalah destruksi, Khilafah adalah solusi." tulis akun @aqidah_first_aid mengutarakan pandangan politiknya.

Di sisi lain, catatan sejarah mengenai awal mula dibukanya jalur niaga komoditas perkebunan tersebut dengan masa kepemimpinan masa lalu diingatkan oleh akun @msetiawan9028 untuk memberikan konteks berimbang.

"Ekspor sawit ke israel udah dari zaman presiden gusdur, kenapa baru rame nya sekarang.." tulis akun @msetiawan9028 mempertanyakan momentum kehebohan publik.

Pendapat senada yang menegaskan bahwa aktivitas perdagangan luar negeri tersebut telah mengakar sejak belasan tahun lalu dikirimkan pula oleh akun @ahmadlanang31 demi membela otoritas kabinet saat ini.

"Aku baca dipostingan lainnya dijual udh lama, udh belasan thn, jd masa presiden siapa coba ? Bkn masa Prabowo ! Masa Prabowo inilah mereka sdh berakar gak mudah menghancurkan pra mafia tsb" tulis akun @ahmadlanang31 memberikan pembelaan hukum naratif.

Penjelasan teknis mengenai metode transaksi tidak langsung perdagangan kelapa sawit yang melibatkan pihak ketiga atau perantara internasional ikut ditambahkan oleh akun @stoik.277 untuk memperjelas alur pencatatan data global.

"Percuma pembenci di kasih tau malah ngeyel, padahal Israel beli lewat perantara nah tapi di data di tulis nama pt nya.ingat Israel gk beli langsung tapi lewat perantara.cobak cari tahu yang lebih dalam" tulis akun @stoik.277 memberikan sanggahan argumentatif.

Hingga saat ini, unggahan laporan visual perihal aksi demonstrasi tiga wanita pembawa poster lingkungan hidup tersebut telah disaksikan oleh lebih dari tujuh ribu dua ratus pemirsa internet.

Polemik mengenai keabsahan data aktivitas ekspor komoditas melalui jalur perantara ke negara luar ini diprediksi masih akan terus memicu perdebatan di tengah situasi geopolitik global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung