Repelita Jakarta - Fenomena tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para pejabat di Indonesia saat ini dinilai sudah berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Das'ad Latif melalui sebuah tayangan video singkat yang disebarkan melalui media sosial.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan dari kanal YouTube @4kubelajarislam tersebut, sang pendakwah menyoroti tajam besarnya nominal uang negara yang diambil oleh para oknum.
Ustadz Das'ad Latif menyatakan, "kenapa pejabat kita sekarang banyak yang maling coba kita lihat korupsi 200 miliar korupsi sampai 1 triliun namakanmu saja itu".
Ia menilai harta hasil kejahatan yang sangat melimpah tersebut pada hakikatnya tidak akan pernah bisa dinikmati atau dihabiskan sepenuhnya.
Ia menambahkan, "satu baskom kau tidak kasih habis kenapa tipu daya dunia kenapa banyak orang tertipu dunia gak pernah dengar dakwah namanya".
Lebih lanjut, ia juga mengkritik situasi di lingkungan kerja pemerintahan yang dinilai banyak dikelilingi oleh para pencari muka.
Para bawahan atau staf di sekeliling pemimpin dianggap tidak berani memberikan teguran yang jujur demi kebaikan.
Ia menuturkan, "staf ahli tapi tidak pernah kau nak tegur yang ada adalah penjilat kulun iang cucok pak cucok siap penjilat semua".
Sikap asal bapak senang yang ditunjukkan oleh lingkungan sekitar tersebut justru dinilai menjadi bumerang yang menjerumuskan pemimpin.
Tindakan manis di depan pejabat disinyalir memiliki niat terselubung untuk menjatuhkan pemegang kekuasaan agar posisinya dapat digantikan.
Dalam ceramahnya ia menegaskan, "itu itu yang dorong kau supaya kau ditangkap KPK supaya dia ganti kau meskipun tidak ada pejabat di sini tapi".
Melalui ceramah singkat tersebut, sang ustadz berharap pesan moral yang disampaikan dapat menyebar luas dan didengar oleh para aparatur negara.
Pernyataan keras ini diharapkan mampu menjadi bahan refleksi bagi para pemegang kebijakan di seluruh wilayah tanah air.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan, "itu kami raku nanti sampai ke seluruh pejabat yang ada di Indonesia".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok