Berita, Timur Tengah

Trump Tarik Pasukan AS, Pengawalan Selat Hormuz Dihentikan

Repelita.net

06 May 2026 13:26 WIB • 1,027 view

Trump Tarik Pasukan AS, Pengawalan Selat Hormuz Dihentikan
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan penarikan pasukan AS yang selama ini bertugas mengawal kapal-kapal dagang di perairan Selat Hormuz.

Keputusan mendadak itu diambil di tengah ancaman berulang dari Iran yang menyatakan akan membalas setiap tindakan operasional militer di selat strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Trump mengonfirmasi bahwa operasi militer AS bernama Project Freedom, yang bertugas memandu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, akan dihentikan untuk sementara waktu.

Presiden AS tersebut beralasan bahwa jeda operasional ini didasarkan pada permintaan resmi dari Pakistan serta adanya perkembangan signifikan menuju kesepakatan final dengan Iran.

Meskipun menghentikan operasi pengawalan, Trump dengan tegas bersikeras bahwa blokade laut di kawasan tersebut akan tetap diberlakukan secara penuh tanpa perubahan.

Melalui cuitannya di platform Truth Social pada Rabu (6/5/2026), Trump menuliskan pernyataan lengkap terkait keputusan kontroversial tersebut.

“Berdasarkan permintaan Pakistan dan Negara-negara lain, Keberhasilan Militer luar biasa yang telah kami capai selama Kampanye Melawan Negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa Kemajuan Besar telah dicapai menuju Perjanjian Lengkap dan Final dengan Perwakilan Iran,” tulis Trump.

“Kami telah sepakat bahwa, meskipun Blokade akan tetap berlaku dan berlaku penuh, Project Freedom (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani atau tidak.”

Operasi Project Freedom pertama kali diumumkan oleh Trump pada Ahad (3/5/2026), dan militer AS mulai mengawal kapal-kapal melintasi selat pada keesokan harinya.

Iran dengan segera menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sebelumnya.

Pada hari yang sama saat operasi dimulai, Iran dilaporkan langsung melancarkan serangan balasan terhadap kapal perang AS serta kapal dagang milik Korea Selatan.

Selain serangan terhadap aset maritim, sebuah kilang minyak yang berada di wilayah Uni Emirat Arab juga dilaporkan mengalami kebakaran hebat pada waktu yang hampir bersamaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

P
Prabowo 06/05/2026

Donald Trump Tarik semua pasukan dari Teluk Hormus' menunjukkan Amerika Serikat telah Kalah Perang, dan jika terus berlanjut' justru akan menghancurkan Ekonomi AS. Lebih parah lagi jika Perang meluas' Iran menyerang Washington DC

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung