Berita, Timur Tengah

Trump Emosi Iran Mau Terapkan 'Gerbang Berbayar' di Selat Hormuz, Ancam Bakal Hadapi Situasi Buruk

Repelita.net

17 May 2026 20:22 WIB • 966 view

Trump Emosi Iran Mau Terapkan 'Gerbang Berbayar' di Selat Hormuz, Ancam Bakal Hadapi Situasi Buruk
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketegangan geopolitik kembali memuncak setelah Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kemarahannya merespons rencana Iran yang hendak memberlakukan tarif masuk atau sistem 'gerbang berbayar' bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah sepihak Teheran ini memicu peringatan keras dari Trump yang menegaskan bahwa Iran bakal menghadapi konsekuensi serta situasi yang sangat pelik jika terus melanjutkan ambisi tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia juga melayangkan ancaman bahwa dampak buruk yang besar berpotensi terjadi di kawasan tersebut apabila kesepakatan damai antara kedua belah pihak tidak dapat diwujudkan dalam waktu dekat ini.

Konon, rasa frustrasi melanda pihak Washington lantaran serangkaian proses negosiasi dan diplomasi yang berjalan di antara kedua negara hingga saat ini masih menemui jalan buntu tanpa ada titik temu.

Sikap konfrontatif dari pihak Amerika Serikat tersebut mencuat sesaat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, memberikan pengumuman resmi mengenai arah politik luar negeri mereka.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan bahwa "dinamika politik global saat ini sedang bergerak menuju tatanan baru yang berpihak pada kelompok negara-negara berkembang."

Adapun gagasan mengenai penarikan biaya retribusi maritim ini awalnya dilemparkan oleh Ebrahim Azizi yang menjabat sebagai Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran.

Melalui akun media sosial X pribadinya x.com/ebrahim_azizi pada Sabtu (16/5), Azizi menuliskan bahwa "Teheran sedang menyiapkan mekanisme profesional untuk mengontrol lalu lintas maritim lewat rute-rute khusus di Selat Hormuz."

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari sejumlah media internasional, tarif komersial yang kini sedang digodok oleh pemerintah Iran diperkirakan dapat menyentuh angka fantastis hingga 2 juta dolar Amerika Serikat untuk setiap kapal yang lewat.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal, nominal masif tersebut setara dengan kisaran nilai Rp33 miliar hingga Rp34 miliar per satu kali perlintasan armada laut.

Bukan hanya itu, pihak Teheran dilaporkan tengah mematangkan skema alternatif yang kalkulasinya didasarkan pada volume muatan kargo, yakni dengan menerapkan biaya sekitar 1 dolar AS per barel minyak khusus bagi kapal-kapal tanker.

Pemerintah Iran berdalih bahwa penerapan regulasi keuangan yang ketat ini merupakan bentuk kompensasi atas layanan khusus serta jaminan keamanan maritim yang telah mereka berikan secara maksimal di jalur strategis Selat Hormuz.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung