Berita, Timur Tengah

Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Kini Minta Iran Datang ke Washington atau Telepon untuk Jalur Damai

Repelita.net

27 April 2026 21:29 WIB • 931 view

Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Kini Minta Iran Datang ke Washington atau Telepon untuk Jalur Damai
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan membatalkan rencana pengiriman utusan khususnya Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (25/4/2026), untuk negosiasi damai putaran kedua dengan Iran .

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa pembatalan tersebut bukan berarti perang akan segera berlanjut, namun ia menilai tidak ada gunanya melakukan penerbangan selama 18 jam hanya untuk "duduk-duduk membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa" .

ADVERTISEMENT

"Kami memegang semua kartu. Mereka bisa menelepon kami kapan saja mereka mau, tapi kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk-duduk membicarakan sesuatu yang tidak penting," kata Trump kepada wartawan di Florida .

Meskipun membatalkan misi utusannya, Trump justru membuka pintu lebar bagi Iran untuk memulai jalur damai dengan cara yang lebih sederhana, yaitu melalui sambungan telepon langsung atau dengan datang langsung ke Washington .

"Jika mereka ingin bicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki saluran telepon yang bagus dan aman," ujar Trump, seolah memberikan jaminan keamanan bagi Iran untuk berkomunikasi langsung .

Keputusan Trump ini diambil hanya beberapa saat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad usai menyerahkan proposal damai versi terbaru kepada mediator Pakistan .

Trump mengklaim bahwa pembatalan tersebut justru memicu respons cepat dari Teheran yang mengirimkan dokumen baru yang "jauh lebih baik" hanya dalam waktu 10 menit setelah ia membatalkan perjalanan utusannya .

"Segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami menerima dokumen baru yang jauh lebih baik," kata Trump, yang sebelumnya menilai proposal awal Iran belum memenuhi kepentingan Washington .

Meskipun demikian, Trump tetap pada pendiriannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan ia menegaskan kembali bahwa Washington akan terus memegang kendali penuh dalam situasi ini .

Ketika ditanya oleh wartawan apakah pembatalan tersebut berarti perang akan segera dilanjutkan, Trump menjawab singkat, "Tidak. Itu tidak berarti begitu. Kami belum memikirkannya lagi," memberikan sinyal bahwa saluran diplomasi masih terbuka melalui telepon .

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang telah bertemu dengan para pemimpin Pakistan menggambarkan kunjungannya ke Islamabad sebagai langkah yang "sangat produktif" .

Namun Araghchi juga menyatakan bahwa pihaknya "masih harus melihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa ketidakpercayaan masih menghantui kedua belah pihak .

Iran sendiri telah mengirimkan proposal yang meminta pencabutan blokade laut AS sebagai prasyarat sebelum pembicaraan lebih lanjut, sementara Trump menolak mencabut blokade sebelum kesepakatan tercapai, menciptakan kebuntuan yang belum terpecahkan .

Kini, semua mata tertuju pada apakah Iran akan memanfaatkan tawaran telepon dari Trump atau justru melanjutkan jalur diplomasi dengan Rusia, di mana Araghchi dijadwalkan bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow pada Senin (27/4/2026) untuk membahas perkembangan perang .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung