Berita, Timur Tengah

Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Listrik Iran, Namun Pakistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata di Menit Terakhir

Repelita.net

08 April 2026 21:48 WIB • 896 view

Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Listrik Iran, Namun Pakistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata di Menit Terakhir
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman paling ekstremnya dengan mengatakan "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali" pada Selasa, 7 April 2026 waktu setempat.

Ancaman itu dilontarkan hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri berakhir pada pukul 20.00 Eastern Time, di mana ia menuntut pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.

ADVERTISEMENT

"Kami memiliki rencana di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada tengah malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi," ancam Trump dalam konferensi pers.

Namun tepat ketika dunia bersiap mendengar kabar buruk, Trump berubah arah dan membatalkan serangan yang telah direncanakannya hanya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Republik Islam selama dua minggu," tulis Trump di Truth Social, mengutip percakapannya dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif ternyata memainkan peran penting sebagai mediator dengan meminta Trump memperpanjang tenggat waktu melalui media sosial X.

"Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu," tulis Sharif.

Ia juga mendesak semua pihak yang bertikai untuk mematuhi gencatan senjata di seluruh wilayah selama dua minggu, dan usaha diplomatik ini pun membuahkan hasil.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa Teheran akan menghentikan "operasi defensif"-nya dengan syarat serangan terhadap Iran juga dihentikan.

"Untuk periode dua minggu, lintas aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran," demikian pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Trump memberikan dua alasan utama di balik keputusannya yang mendadak, pertama AS telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militernya dalam Operasi Epic Fury.

Kedua, ia mengungkapkan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilainya sebagai dasar yang bisa digunakan untuk bernegosiasi.

Pakistan kemudian mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah diundang ke Islamabad pada tanggal 10 April untuk pembicaraan lebih lanjut guna mencapai penyelesaian akhir atas semua perselisihan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung