Berita, Internasional

Trump Ajukan Anggaran Pertahanan 1,5 Triliun Dolar AS, Program Sosial Dipangkas Demi Prioritas Militer

Repelita.net

04 April 2026 19:15 WIB • 842 view

Trump Ajukan Anggaran Pertahanan 1,5 Triliun Dolar AS, Program Sosial Dipangkas Demi Prioritas Militer
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Pemerintahan Donald Trump kembali memicu perdebatan besar setelah mengajukan lonjakan anggaran pertahanan hingga mencapai 1,5 triliun dolar AS, sementara berbagai sektor belanja domestik justru diusulkan untuk dipangkas secara drastis.

Langkah kontroversial ini menciptakan kontras tajam antara prioritas militer yang melambung tinggi dan kebutuhan sipil yang justru terabaikan, mencerminkan arah kebijakan nasional yang menempatkan keamanan militer di atas program-program sosial.

ADVERTISEMENT

Proposal anggaran ini disebut sebagai salah satu peningkatan terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat, bahkan dinilai paling signifikan sejak era Perang Dunia II berakhir.

Dana jumbo sebesar 1,5 triliun dolar AS tersebut dirancang untuk memperkuat berbagai aspek pertahanan, mulai dari sistem pertahanan rudal hingga peningkatan produksi kapal perang generasi baru.

Salah satu proyek yang paling disorot adalah sistem pertahanan rudal bernama Golden Dome yang digadang-gadang menjadi tulang punggung perlindungan wilayah Amerika dari ancaman serangan jarak jauh.

“Tidak mungkin kita terus membiayai semua kebutuhan domestik sekaligus. Perlindungan militer harus menjadi prioritas,” demikian pernyataan Presiden Trump yang terekam dalam acara tertutup dan kemudian menjadi sorotan publik luas.

Seiring dengan peningkatan anggaran militer yang drastis, pemerintah juga mengusulkan pemotongan besar-besaran pada berbagai program domestik seperti pendidikan, perumahan, hingga program terkait perubahan iklim.

Dalam dokumen ringkasan anggaran, disebutkan bahwa pemangkasan ini dilakukan dengan menghapus program-program yang dinilai tidak efisien atau tidak relevan dengan kepentingan nasional.

Kebijakan ini memicu kritik keras dari berbagai kalangan karena dianggap dapat memperlebar kesenjangan sosial, terutama bagi program bantuan kesehatan, pendidikan publik, dan subsidi perumahan yang selama ini menjadi penopang utama masyarakat berpenghasilan rendah.

Di sisi lain, para pendukung kebijakan ini menilai bahwa efisiensi anggaran memang diperlukan dan fokus pada pertahanan dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk stabilitas negara.

Meskipun telah diajukan oleh Gedung Putih, anggaran raksasa ini masih harus melalui proses persetujuan yang berliku di Kongres dimana pertarungan politik diperkirakan akan berlangsung sangat sengit.

Partai oposisi diprediksi akan menentang keras pemangkasan program sosial, sementara sebagian anggota parlemen dari kubu pendukung kemungkinan akan meminta revisi agar dampaknya tidak terlalu besar terhadap masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung