Berita, Nasional

Tragis!  Dokter Hewan Asal Sikka Tewas Ditembak di Papua, DPRD Desak Penegak Hukum Usut Tuntas

Repelita.net

10 September 2026 21:57 WIB • 343 view

Tragis!  Dokter Hewan Asal Sikka Tewas Ditembak di Papua, DPRD Desak Penegak Hukum Usut Tuntas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Sikka setelah seorang dokter hewan bernama Alfonsius Albinus Mehan yang berusia tiga puluh lima tahun dilaporkan tewas akibat insiden penembakan sadis.

Almarhum yang bertugas sebagai aparatur sipil negara pada instansi pertanian daerah Jayawijaya tersebut kehilangan nyawanya ketika sedang mendedikasikan diri untuk melayani kepentingan publik di tanah rantau.

ADVERTISEMENT

Tragedi berdarah itu berlangsung di wilayah Kampung Muliama yang masuk dalam kawasan Distrik Muliama di wilayah administratif Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada hari Rabu tanggal 9 bulan September tahun 2026.

Ketika musibah terjadi menjelang sore sekitar pukul 15.47 WIT, almarhum bersama delapan rekan kerja sekantor tengah mengemban misi pengiriman logistik Bantuan Pangan kepada warga setempat.

Di tengah perjalanan penugasan resmi tersebut, rombongan mendadak disergap oleh pihak penyerang tak dikenal yang memberondong mereka dengan terjangan peluru mematikan tanpa ada peringatan sebelumnya.

Insiden penembakan brutal itu menyebabkan tiga orang dalam rombongan mengalami luka parah hingga harus dilarikan secepat mungkin menuju Rumah Sakit Umum Daerah Wamena guna mendapatkan pertolongan medis.

Namun takdir berkata lain karena ketiganya dinyatakan telah meninggal dunia sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan rujukan tersebut akibat luka tembak yang cukup serius.

Sementara itu, lima pegawai lainnya berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian untuk mencari perlindungan keamanan di gedung Puskesmas Muliama terdekat.

Merespons peristiwa pembunuhan tersebut, pimpinan legislatif daerah Kabupaten Sikka melayangkan kecaman keras terhadap pelaku kekerasan yang merenggut nyawa tenaga medis profesional asal daerah mereka.

Tidak ada satu pun alasan yang membenarkan tindakan menghilangkan nyawa manusia dengan begitu mudah. Setiap nyawa adalah kehidupan, keluarga, dan harapan, tegas Gorgonius Nago Bapa selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka.

Pihak parlemen daerah mendesak jajaran penegak hukum agar segera bergerak cepat membongkar tuntas motif di balik penyerangan serta menyeret para pelaku ke meja hijau.

Peristiwa kriminal bersenjata itu dinilai tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja mengingat korban merupakan abdi negara yang sedang menjalankan mandat pengabdian tulus kepada masyarakat luas.

Hingga laporan ini disusun, aparat penegak hukum gabungan masih bekerja keras melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas penembakan maut tersebut.

Otoritas kemiliteran menduga aksi keji itu didalangi oleh kelompok kriminal bersenjata, sedangkan satuan tugas pengamanan operasional masih menggunakan kategori orang tak dikenal sembari menunggu validasi bukti lapangan.

Kepergian almarhum meninggalkan kepedihan amat dalam tidak hanya bagi keluarga tercinta, tetapi juga civitas akademika almamater serta organisasi profesi dokter hewan Indonesia.

Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi berdedikasi tinggi yang merantau jauh dari tanah kelahiran demi menunaikan tugas negara di wilayah penugasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kini seluruh keluarga besar dan masyarakat menaruh harapan penuh kepada aparat keamanan agar keadilan dapat ditegakkan secara transparan demi menghormati jasa pengabdian sang dokter hewan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung