Berita, Internasional

The Economist Pilih Suriah sebagai Negara Terbaik 2025

Repelita.net

05 May 2026 13:35 WIB • 960 view

The Economist Pilih Suriah sebagai Negara Terbaik 2025
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Majalah terkemuka asal Inggris, The Economist, secara mengejutkan menobatkan Suriah sebagai "Country of the Year 2025" atau Negara Terbaik Tahun 2025 dalam tradisi tahunan mereka yang berfokus pada negara dengan peningkatan paling signifikan sepanjang tahun berjalan.

Keputusan yang diumumkan pada edisi 18 Desember 2025 ini memberikan penghargaan kepada Suriah karena berhasil bangkit dari jurang kehancuran akibat perang saudara yang berkepanjangan menjadi simbol pemulihan tercepat di dunia hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun .

ADVERTISEMENT

Sekitar setahun yang lalu, Suriah masih berada di bawah cengkeraman rezim diktator Bashar al-Assad yang didukung oleh Iran dan Rusia, dengan penjara-penjara yang dipenuhi tahanan politik dan lebih dari setengah juta jiwa melayang selama 13 tahun konflik berkepanjangan .

Setelah rezim Assad tumbang pada awal Desember 2024, banyak pihak sebelumnya khawatir bahwa negara tersebut akan jatuh ke dalam kekacauan atau diperintah oleh kelompok Islam garis keras yang brutal .

Namun kekhawatiran tersebut terbukti tidak terjadi karena pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa yang sebelumnya adalah seorang pejuang jihad, justru menunjukkan kemampuan tata kelola yang melampaui ekspektasi banyak pihak.

Wanita di Suriah tidak diwajibkan untuk menutup aurat atau tinggal diam di rumah, sementara hiburan dan konsumsi alkohol diizinkan, menciptakan suasana sosial yang relatif terbuka dan bebas dari ketakutan yang sebelumnya merajalela .

Al-Sharaa berhasil menjaga persatuan negara dan menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk, membuka jalan bagi pelonggaran sanksi Barat yang memberatkan perekonomian Suriah selama bertahun-tahun .

Laporan dari Organisasi Reporters Without Borders atau RSF menunjukkan bahwa Suriah melonjak 36 peringkat dalam Indeks Kebebasan Pers 2026, bergerak dari posisi 177 ke 141 secara global dan merupakan lompatan tertinggi di dunia untuk tahun ini .

Secara lebih rinci, kemajuan Suriah tercermin dalam lima pilar indeks dengan rincian Indeks Politik naik 67 peringkat ke posisi 103, Indeks Ekonomi melonjak 72 peringkat ke posisi 107, Indeks Keamanan naik 24 peringkat ke posisi 154, Indeks Sosial naik 39 peringkat ke posisi 134, dan Indeks Hukum naik 38 peringkat ke posisi 139 .

Jatuhnya rezim diktator Bashar al-Assad pada Desember 2024 secara efektif mengakhiri lima dekade represi brutal yang dilakukan dinasti Assad terhadap kebebasan pers dan hak-hak dasar warga negara .

Organisasi RSF mencatat bahwa sejak awal tahun 2025, Suriah tidak mencatatkan adanya pembunuhan terhadap jurnalis atau pekerja media, sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kondisi sebelumnya .

Media-media yang sebelumnya beroperasi di pengasingan atau di daerah-daerah yang terbebas dari rezim Assad kini telah kembali beraktivitas di Damaskus, dan sebagian besar kantor berita internasional juga telah membuka kembali operasional mereka di ibu kota Suriah .

Pemerintah transisi Suriah bahkan berkomitmen untuk mewujudkan "pers yang bebas" dan menjamin "kebebasan berekspresi" sebagai bagian dari reformasi fundamental di bawah kepemimpinan baru .

Di sektor ekonomi, Bank Dunia awalnya hanya memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto Suriah sebesar 1 persen pada tahun 2025 di tengah tantangan keamanan dan kendala likuiditas yang masih berlangsung .

Namun realisasi di lapangan melampaui ekspektasi karena stabilitas keamanan yang terwujud lebih awal serta kontribusi ekonomi dari para pengungsi yang pulang ke tanah air secara sukarela.

Sekitar tiga juta warga Suriah yang sebelumnya melarikan diri dari kekejaman rezim Assad kini telah kembali ke negara mereka, memilih dengan kaki mereka sendiri bahwa kehidupan di tanah air telah berubah menjadi lebih baik dan lebih aman .

Meskipun masih menghadapi tantangan besar seperti rekonstruksi infrastruktur, pemberantasan korupsi, dan ancaman keamanan dari kelompok milisi sesekali, momentum kebangkitan ini memberikan harapan baru bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita.

Komunitas internasional kini melihat Suriah sebagai contoh sukses pemulihan pasca-konflik yang luar biasa, dengan The Economist mengalahkan Argentina yang menjadi pesaing kuat di bidang ekonomi berkat keberhasilan Presiden Javier Milei menekan inflasi dari 211 persen menjadi sekitar 30 persen dalam satu tahun .

Tantangan masih tetap ada, termasuk dua pembantaian lokal mengerikan terhadap kelompok minoritas yang menewaskan sekitar 2.000 orang, serta kecenderungan al-Sharaa memerintah dengan cara klandestin yang bisa saja menimbulkan masalah baru di kemudian hari .

Namun terlepas dari semua risiko tersebut, fakta bahwa kehidupan sehari-hari masyarakat Suriah kini jauh lebih normal dan bebas dari rasa takut merupakan kemajuan yang tidak dapat disangkal dan patut diapresiasi oleh dunia internasional.

اللهم احفظه وسوريا بحفظك يا رب، semoga Tuhan melindungi Suriah dan rakyatnya dengan perlindungan-Nya yang Maha Agung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung