Berita, Nasional

Tere Liye Kritik Koperasi Merah Putih, Dinilai Tak Berbeda dari Minimarket Modern dan Berisiko Sepi Pengunjung

Repelita.net

16 May 2026 23:42 WIB • 929 view

Tere Liye Kritik Koperasi Merah Putih, Dinilai Tak Berbeda dari Minimarket Modern dan Berisiko Sepi Pengunjung
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penulis ternama Tere Liye menyampaikan kritik terbuka terkait konsep operasional Koperasi Merah Putih yang dinilai melenceng dari narasi awal mengenai pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air.

Melalui sebuah unggahan di media sosial miliknya, sang sastrawan menyoroti dokumentasi visual kegiatan Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi salah satu gerai retail modern yang dikelola oleh koperasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pengamatannya terhadap komoditas yang dipajang di rak penjualan, tata letak serta jenis produk yang ditawarkan di dalam gerai tersebut sama sekali tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan jaringan waralaba retail raksasa swasta nasional yang sudah menggurita.

Ia memprediksi lini bisnis retail baru ini akan menghadapi tantangan yang sangat berat dan berisiko mengalami kebangkrutan massal akibat ketatnya peta persaingan usaha dengan gurita minimarket modern yang telah menguasai pangsa pasar domestik.

Menurut kalkulasi ekonominya, mengelola bisnis pertokoan tidaklah semudah yang dibayangkan oleh para pengurusnya, terlebih lagi dengan adanya fakta di lapangan mengenai banderol harga barang konsumsi yang cenderung lebih tinggi dibanding kompetitor.

Dirinya bahkan merinci secara berkala fase kemunduran performa bisnis gerai tersebut, di mana pada bulan-bulan awal operasional dipastikan sepi pengunjung sementara biaya tetap seperti upah pekerja dan tarif listrik harus terus dibayarkan secara rutin.

Kondisi tersebut diproyeksikan akan kian membebani kas internal organisasi pada paruh kedua tahun pertama berjalan, hingga akhirnya unit usaha tersebut terancam gulung tikar akibat ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran operasional.

Di samping itu, ia juga melayangkan sindiran tajam mengenai potensi terjadinya penyalahgunaan aset inventaris organisasi berupa kendaraan operasional yang diduga kuat justru dimanfaatkan oleh jajaran pengurus demi mengakomodasi kepentingan personal mereka.

Adapun isi opini lengkap yang dibagikan oleh sang penulis tanpa ada perubahan redaksional adalah sebagai berikut: "Katanya isi koperasi merah putih itu produk-produk UMKM. Kalau lihat foto Prabowo di salah-satu gerai KMP, ini sih nggak ada beda dengan Alfamart/Indomaret. Dan apes, KMP mau bersaing dengan minimarket lain? Duuh, dia kira buka toko begini gampang. Bahkan saat harga jual elu rendah, tetap susah. Apalagi pas dicek harga barangnya lebih mahal 🙂 2-3 bulan berlalu…. sepi 4-6 bulan berlalu…. biaya2 terus dibayar, gaji karyawan, listrik, dll 7-12 bulan berlalu…. tambah berat operasionalnya 13 bulan…. hidup segan mati tak mau Sementara mobil-mobil KMP dipakai pengurusnya buat keperluan pribadi deh. Bodo amat koperasinya sepi."

Unggahan kritis dari tokoh literasi nasional tersebut kini tengah memicu diskursus hangat di kalangan warganet yang mulai mempertanyakan efektivitas serta komitmen tata kelola badan usaha koperasi tersebut dalam mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha lokal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung