Repelita Jakarta - Wacana mengenai proses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus bergulir hangat di ruang publik serta perbincangan masyarakat luas.
Di tengah maraknya desakan penuntutan mundur dan dorongan guliran hak angket di parlemen, muncul pembahasan mengenai sosok potensial pengisi kursi wakil presiden.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyampaikan pandangannya mengenai figur ideal yang dinilai layak dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto jika impeachment terlaksana.
Politikus asal Sulawesi Selatan tersebut tanpa ragu menyodorkan nama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai opsi pengganti yang tepat.
"Kalau ini pemakzulan akan terjadi, maka kita perlu memikirkan siapa yang menggantikan Gibran dan bisa memberi nilai tambah bagi Prabowo. Salah satunya Pak Anies," kata Tamsil Linrung.
Tamsil mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalin dialog langsung bersama Anies untuk meminta sudut pandang terkait berbagai program kerja pemerintah saat ini.
"Semua akan tentu punya pertimbangan-pertimbangan. Saya memang berdialog dengan beliau. Saya minta perspektif untuk memberikan penilaian terhadap beberapa program Pak Prabowo terakhir ini," ungkap Tamsil Linrung.
Menurut pengamatannya dari dialog tersebut, Anies memberikan penilaian positif terhadap arah kebijakan pemerintah meski menyampaikan beberapa catatan kritis.
"Ada memang program-program yang beliau kritisi, tapi secara umum dia melihat ya positif saja," ungkap Tamsil Linrung.
Sementara itu, dorongan pembentukan hak angket di parlemen dilaporkan telah mendapat sinyal positif dari sejumlah fraksi partai politik seperti PDIP, Nasdem, PKS, PKB, hingga Demokrat.
Advokat sekaligus pegiat media sosial Nazlira Alhabsy turut menyampaikan respons gembira melalui pernyataannya di media sosial terkait menguatnya dukungan hak angket DPR RI.
"Alhamdulillah, setelah Demokrat & PKS bolak-balik disentil masyarakat, akhirnya suara semakin bulat untuk menetapkan Hak Angket pemakzulan Gibran. Jadi sudah 5 parpol besar yang mendukung pemakzulan Gibran," kata Nazlira.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus mengawal dan memberikan dukungan solidaritas secara langsung sewaktu proses hak angket resmi berjalan di parlemen.
"Nah, sekarang giliran publik juga harus konsisten. Saat hak angket digelar, berikan dukungan solidaritasnya ke DPR, datang, jangan pasif! Apalagi saat ini aparat Polri di bawah Jenderal Pol. Suyudi AS sangat pro rakyat!" tandas Nazlira.
Lebih lanjut, Nazlira memberikan sindiran tajam terkait perkiraan basis massa pendukung nyata dari mantan presiden beserta wakil presiden saat ini.
"Suara real pendukung Jokowi-Gibran itu maksimal hanya 4%. Hanya omong kosong dan ngibul kicau mania para termul saja yang sesumbar pendukung Jokowi lebih dari 5 juta suara," katanya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok