Berita, Nasional

Guntur Romli Kritik Kabinet Prabowo Kurang Koordinasi Akibat Pernyataan Menteri Saling Bertentangan

Repelita.net

25 October 2026 23:34 WIB • 112 view

Guntur Romli Kritik Kabinet Prabowo Kurang Koordinasi Akibat Pernyataan Menteri Saling Bertentangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sorotan tajam dialamatkan kepada jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kurang berkoordinasi.

Kritik tersebut secara terbuka disampaikan melalui sebuah unggahan di media sosial oleh akun @gunromli pada Minggu, 25 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam takarir yang diunggahnya, dia mempertanyakan konsistensi pembantu presiden dengan menuliskan, "Omon-omon Menteri Kok Saling Bertentangan, Ini Kabinet Presiden Prabowo: Merah Putih atau Asal Bunyi?"

Dia juga memberikan sindiran menohok mengenai ukuran jumlah anggota kabinet saat ini yang dinilai sangat besar.

Unggahan tersebut menyatakan, "Ini Kabinet paling gemuk sejak Reformasi. Tapi tampaknya, grup WhatsApp pun tak punya."

Lebih lanjut, akun tersebut menilai adanya kendala serius terkait komunikasi antar-instansi kementerian yang terlihat berjalan sendiri-sendiri di ruang publik.

Menurut unggahan itu, "Buktinya antar menteri seperti tidak ada komunikasi dan koordinasi. Asal bunyi dan saling bertentangan 😂😂😂"

Secara spesifik, akun tersebut membeberkan sejumlah sektor kementerian yang dinilai tidak sejalan dalam mengambil kebijakan strategis pemerintahan.

Permasalahan koordinasi tersebut dituliskan secara rinci, yakni "Mensos Vs Menko Perekonomian Menkop Vs Menkeu" di dalam isi unggahannya.

Pada bagian akhir takarir, akun tersebut mendesak kepala negara agar mengambil tindakan tegas terhadap para menteri yang mengeluarkan pernyataan kontradiktif.

Dia memungkasi pernyataannya dengan menegaskan bahwa "Presiden Prabowo perlu segera menertibkan para pembantunya."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung