Repelita Jakarta - Gelombang keluhan dari para pelanggan PAM Jaya semakin meluas setelah sejumlah warga di berbagai wilayah ibu kota menerima tagihan air yang membengkak secara tidak wajar hingga puluhan juta rupiah.
Sejumlah pelanggan mengaku syok berat lantaran angka yang harus dibayar melonjak drastis dari biasanya hanya ratusan ribu rupiah menjadi fantastis tidak masuk akal dalam sekejap.
ADVERTISEMENT
Keluhan ini ramai bermunculan di berbagai platform media sosial, salah satunya di Threads di mana warga saling berbagi pengalaman pahit dengan layanan air bersih milik pemerintah daerah tersebut.
Akun dengan nama @dewi.aribowo misalnya, ia mengaku tagihan air di rumah kontrakannya yang biasanya hanya sekitar Rp100 ribu per bulan mendadak melonjak menjadi Rp16 juta tanpa ada perubahan pola pemakaian.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh akun @fittjaauu11 yang dalam unggahannya memperlihatkan bukti tagihan PAM Jaya untuk bulan Maret 2026 mencapai angka Rp61 juta yang dikirim melalui akun WhatsApp PAM Jaya terverifikasi.
"Kek mana si admin tiba-tiba WA tagihan bulan ini 61 juta, bisa bikin kolam renang dong ya gue. Ada yang pernah pengalaman kaya gini juga kah" tulisnya dengan nada heran bercampur marah.
Tak hanya itu, akun @shantyaxeline juga mengaku kaget bukan kepalang setelah menerima tagihan sebesar Rp16 juta, padahal selama ini ia rutin membayar dengan nominal normal antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
Keluhan juga datang dari warga kawasan Pos Pengumben, Jakarta Barat yang kepada redaksi pada Rabu, 29 April 2026 mengaku tagihan periode April 2026 melonjak drastis hingga ada yang menembus Rp8 juta bahkan Rp2,9 juta.
Padahal kebutuhan air mereka hanya untuk keperluan rumah tangga biasa seperti mandi, mencuci, dan memasak dengan tagihan bulanan sebelumnya yang tak pernah lebih dari Rp500 ribu.
Lonjakan tidak wajar ini jelas menjadi beban berat bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca berbagai krisis global.
Alih-alih mendapatkan layanan yang layak dan terjangkau, warga justru dihadapkan pada tagihan fantastis yang sama sekali tidak sebanding dengan pemakaian air sehari-hari.
Situasi ini dengan cepat memicu kecurigaan publik adanya kesalahan besar dalam sistem penagihan hingga dugaan praktik permainan dalam mekanisme perhitungan pemakaian air.
Jika pihak manajemen PAM Jaya tidak segera menjelaskan secara transparan kepada publik, persoalan ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih milik pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu penjelasan resmi dari PAM Jaya yang hingga kini tak kunjung buka suara di tengah meledaknya kemarahan publik di media sosial dan di dunia nyata.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok