Berita, Nasional

Survei SMRC Sebut Elektabilitas Prabowo Kalah Dari Dedi Mulyadi Hingga Tak Terpilih Sebagai Presiden Andai Pilpres Digelar Hari Ini

Repelita.net

29 July 2026 19:19 WIB • 909 view

Survei SMRC Sebut Elektabilitas Prabowo Kalah Dari Dedi Mulyadi Hingga Tak Terpilih Sebagai Presiden Andai Pilpres Digelar Hari Ini
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Temuan riset kaji opini publik terbaru mengungkapkan dinamika elektoral yang mengejutkan terkait peta kekuatan figur calon pimpinan nasional jika pemilihan diselenggarakan saat ini.

Kepala negara terpilih berpotensi menghadapi tantangan elektabilitas yang amat berat dalam mempertahankan takhta kepemimpinan apabila pertarungan politik digelar mendadak.

ADVERTISEMENT

Proyeksi atas pergeseran dukungan konstituen ini dikonfirmasi langsung oleh pihak peneliti lembaga survei independen terkait hasil pengolahan data lapangan.

"Bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali," demikian petikan rilis SMRC yang telah dikonfirmasi Saidiman, Rabu (29/7/2026).

Angka keterpilihan incumbent mencatatkan penurunan signifikan hingga menyisakan raihan sebesar 14,5 persen dalam simulasi pilihan masyarakat secara langsung.

Posisi puncak elektoral secara mengejutkan justru direbut oleh pimpinan daerah Jawa Barat yang berhasil mengamankan ceruk suara pemilih hingga proporsi tertinggi.

"Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan sebesar 35 persen," demikian petikan rilis tersebut.

Nama mantan Gubernur Jakarta menyulut persaingan di papan tengah dengan perolehan angka kepemilikan suara berada di kisaran 8,2 persen.

Wakil Presiden petahana turut mengekor rapat pada posisi berikutnya dengan torehan dukungan masyarakat sebanyak 7,7 persen secara nasional.

Para tokoh politik kawakan lainnya seperti Ketua Umum Demokrat meraih 4,9 persen, mantan Gubernur Jawa Tengah mengantongi 4,2 persen, serta mantan Menko Polhukam mengamankan 4 persen.

"Nama-nama lain di bawah dua persen. Pada survei ini, masih ada 12,8 persen pemilih yang tidak mau menjawab atau belum menentukan pilihan," demikian rilis resmi SMRC.

Proses pengumpulan data pendapat umum tersebut dilakukan secara ilmiah pada rentang waktu pertengahan Juli 2026 dengan melibatkan ratusan responden pemilik hak pilih sah.

Penarikan sampel warga dilakukan melalui teknik acak terukur di seluruh wilayah Indonesia dengan kombinasi metode wawancara jarak jauh dan tatap muka.

Tingkat ketidakpastian sampel yang ditetapkan berada pada ambang toleransi standar dengan tingkat kepercayaan riset yang sangat memadai.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung