Berita, Internasional

Supertanker Iran Tembus Blokade AS, Terdeteksi Melintas Selat Lombok dan Dekati Perairan Indonesia

Repelita.net

03 May 2026 20:09 WIB • 993 view

Supertanker Iran Tembus Blokade AS, Terdeteksi Melintas Selat Lombok dan Dekati Perairan Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah supertanker raksasa milik Iran yang mengangkut muatan minyak mentah senilai hampir 220 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,81 triliun dilaporkan berhasil menerobos blokade laut yang diberlakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat .

Lembaga pemantau lalu lintas maritim global, TankerTrackers, mengungkapkan bahwa kapal very large crude carrier (VLCC) milik Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) tersebut kini diketahui telah memasuki kawasan Asia Timur Jauh .

ADVERTISEMENT

"Sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah (dengan nilai hampir 220 juta dolar AS) berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan Timur Jauh," demikian bunyi pernyataan resmi TankerTrackers yang diposting melalui akun media sosial X pada Minggu (3/5/2026) .

Kapal raksasa yang diidentifikasi memiliki nama "HUGE" dengan nomor identifikasi 9357183 tersebut terakhir kali terpantau oleh satelit di lepas pantai Sri Lanka lebih dari satu pekan yang lalu sebelum akhirnya melanjutkan pelayaran .

Berdasarkan data pelacakan maritim terkini, kapal supertanker itu saat ini sedang melintasi Selat Lombok, Indonesia, dan bergerak secara perlahan menuju wilayah perairan Kepulauan Riau .

TankerTrackers juga mencatat bahwa kapal berukuran raksasa tersebut telah mematikan sistem pemancar sinyal Identifikasi Otomatis atau AIS sejak tanggal 20 Maret lalu, tepat saat kapal itu bertolak dari Selat Malaka menuju pelabuhan asalnya di Iran .

Penonaktifan sinyal AIS ini merupakan siasat siluman yang umum digunakan oleh kapal-kapal tertentu untuk menghindari deteksi dan pelacakan secara real-time oleh kekuatan asing selama menjalankan misi-misi pengiriman yang sensitif .

Keberhasilan kapal HUGE menembus blokade ini terjadi di tengah ketegangan yang terus memanas antara Iran dan Amerika Serikat pasca Washington memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April lalu .

Meskipun militer AS mengklaim bahwa blokade mereka telah menyebabkan kerugian miliaran dolar dan memaksa puluhan kapal Iran berbalik arah, namun fakta di lapangan menunjukkan setidaknya 52 kapal Iran berhasil menerobos, termasuk 31 tanker minyak .

Media pemerintah Iran sebelumnya sempat mengklaim bahwa puluhan kapal mereka telah mematahkan blokade, sementara Amerika Serikat bersikukuh bahwa tekanan ekonomi mereka terhadap rezim Teheran masih terus berjalan efektif .

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, bahkan secara blak-blakan menyebut tindakan pencegatan kapal-kapal oleh AS sebagai bentuk "pembajakan" yang diakui sendiri oleh Presiden Donald Trump .

"…kami bertindak seperti bajak laut," kutip Baghaei mengulangi pernyataan kontroversial Trump yang ia nilai sebagai pengakuan langsung atas sifat kriminal dari tindakan tersebut di perairan internasional .*

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung