Berita, Nasional

Strategi Politik Kaesang Maju Pileg 2029 Demi Amankan Posisi Di Lingkaran Kekuasaan

Repelita.net

27 July 2026 14:28 WIB • 649 view

Strategi Politik Kaesang Maju Pileg 2029 Demi Amankan Posisi Di Lingkaran Kekuasaan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah politik ketua umum partai berbasis solidaritas menuju pemilihan legislatif mendatang menuai sorotan tajam dari kalangan pengamat.

Analis bidang kebijakan publik menilai keputusan tersebut tidak berdiri sendiri melainkan bagian dari kalkulasi taktis menghadapi konstelasi nasional.

ADVERTISEMENT

Wilayah pemilihan Jawa Tengah bagian selatan dipilih sebagai arena pertarungan karena dikenal sebagai basis pertahanan para tokoh senior partai pesaing.

"Keputusan Kaesang memasuki dunia politik praktis dengan mencalonkan dirinya sebagai caleg di Dapil V Jawa Tengah berkaitan dengan bagaimana peta politik nasional dan internal PSI sudah terbentuk," ujar Heru kepada Fajar.co.id, Senin (27/7/2026).

"Sebagai ketua umum, Kaesang memutuskan all out dengan memilih Dapil V, di mana dapil ini menjadi peta kekuatan politik nasional," tambahnya.

Status sebagai putra daerah asal kota Solo memberikan keuntungan kultural tersendiri dalam menghadapi ketatnya persaingan ketokohan lokal.

"Di dalamnya ada tokoh senior PDIP. Sekaligus menjadi tuan rumah, Kaesang selaku politisi muda yang asli dari Solo," ucapnya.

Gerakan tersebut diyakini memiliki korelasi erat dengan rangkaian safari politik yang gencar dilakukan oleh sang kepala keluarga di berbagai daerah.

"Keputusan Kaesang untuk bertanding dalam Pileg 2029 berkaitan dengan kerja-kerja bapaknya, Jokowi, yang sudah mulai melakukan safari politik," tukasnya.

Penyelesaian sengketa hukum terkait keabsahan dokumen akademik turut dibaca sebagai momentum perubahan arah strategi kubu tersebut.

"Juga ada keterkaitannya ketika isu polemik ijazah palsu setidaknya sudah mulai diakhiri dengan tidak dihadirkannya Jokowi dan ijazahnya di pengadilan," tutur Heru.

"Ini menjadi keputusan hukum dan berdampak terhadap langkah politik Jokowi," sambungnya.

Partai pengusung tersebut kini dinilai mulai berani menguji kekuatan riil di hadapan publik setelah sebelumnya hanya fokus membangun citra alternatif.

"Bahwa PSI dan putranya, Kaesang, secara bulat memulai peperangan, menguji nyalinya dalam pentas politik nasional," katanya.

"Artinya, keputusan Jokowi dan berakhirnya polemik ijazah menjadi keuntungan tersendiri," terangnya.

Evaluasi terhadap kinerja kabinet petahana yang menuai kritik tajam dipandang sebagai celah empuk untuk meraup dukungan massa.

"Terutama MBG dan Kopdes yang hari ini menjadi sorotan publik dan menuai berbagai kecaman," jelasnya.

Situasi tersebut dimanfaatkan untuk mengambil alih peran sebagai penyalur aspirasi kelompok masyarakat yang kecewa terhadap kebijakan pemerintah.

"Ini menjadi potensi yang sangat segar bagi seorang Jokowi dan PSI untuk menempatkan dirinya sebagai penyambung lidah," timpalnya.

"Atau mengisi setidaknya ruang harapan masyarakat dari cederanya Prabowo dalam menjalankan pemerintahan saat ini," sambungnya.

Kerentanan posisi lingkaran kekuasaan tertinggi di dalam istana turut memicu kebutuhan konsolidasi kekuatan politik melalui jalur parlemen.

"Perlu dicatat, dalam kondisi pemerintahan Prabowo dan di situ ada Gibran selaku wapres, tetapi Jokowi melihat posisi Gibran sangat rentan menjadi anak tiri, bahkan disingkirkan," tandasnya.

kelemahan performa kabinet saat ini menjadi momentum emas bagi partai bernomor urut khusus tersebut untuk mendongkrak popularitas (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung