Berita, Nasional

Soroti Sikap Melempem Rocky Gerung ke Prabowo, Pandji Pragiwaksono Sebut Mirip ‘Jubir’

Repelita.net

29 September 2026 19:46 WIB • 116 view

Soroti Sikap Melempem Rocky Gerung ke Prabowo, Pandji Pragiwaksono Sebut Mirip ‘Jubir’
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sosok akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi pusat perhatian dan bahan pembicaraan yang hangat di tengah masyarakat luas.

Pria yang dikenal vokal ini selama ini sangat identik sebagai sosok yang konsisten melayangkan kritik sangat tajam terhadap era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian peta pemikiran sang pengamat kini mulai dipertanyakan publik lantaran dinilai memperlihatkan sikap yang jauh lebih melunak kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan riak sorotan datang dari komika sekaligus pengamat isu publik Pandji Pragiwaksono yang melempar candaan menggelitik dengan menyebutnya telah berubah menjadi juru bicara.

Pernyataan satir tersebut mencuat ke permukaan saat ruang publik ramai membedah ke mana arah keberpihakan dan ulasan kritis Rocky Gerung dalam peta politik terkini.

Dalam sebuah tayangan podcast yang disiarkan kembali oleh kanal YouTube Gagal Sarjana Pandji Pragiwaksono menguliti adanya perbedaan standar ulasan yang dilakukan oleh sang akademisi.

Ia melihat adanya sebuah kontras yang mencolok saat membandingkan ketajaman ulasan masa lalu terhadap Jokowi dengan ulasan masa kini terhadap kabinet baru.

"Di episode itu gua baru tahu kalau Rocky Gerung ternyata jubir Prabowo. Pada saat itu, dia kan keras banget ke Jokowi, Gibran, ke Kaesang itu keras banget. Giliran ke Prabowo tuh enggak logis," ucap Pandji Pragiwaksono mengekspresikan keheranannya yang dikutip pada hari Selasa, 29 September 2026.

Melihat fenomena melunaknya ulasan tersebut para netizen di jagat maya langsung berbondong-bondong membongkar kembali rekaman jejak digital masa lalu sang tokoh.

Sebelum suksesi kepemimpinan beralih ke tangan Prabowo Subianto figur berkacamata ini sempat mengumbar sebuah janji politik yang sangat berani di depan publik.

Kala itu dirinya berikrar di hadapan para audiens forum diskusi bahwa dia akan tetap berdiri sebagai benteng pengawas kekuasaan tanpa melihat siapa figur pimpinannya.

"Saya mau kritik kekuasaan. Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik," demikian bunyi pernyataan lawas Rocky Gerung yang kini kembali viral disebarkan.

Akan tetapi kenyataan di lapangan saat roda pemerintahan baru berjalan dinilai oleh banyak kalangan telah bergeser sangat jauh dari narasi awal yang pernah dibangun.

Alih-alih melancarkan hantaman argumen ke arah Istana narasi yang dilempar ke media justru terlihat pasang badan mendukung program strategis milik pemerintah.

Dukungan tersebut terlihat nyata pada beberapa kebijakan makro seperti jalannya Program Makan Bergizi Gratis serta pembentukan badan Koperasi Desa Merah Putih.

Ketika gelombang penolakan dan ulasan pesimis berdatangan dari kubu oposisi maupun kelompok intelektual kampus ia justru muncul menjadi pembela garis depan.

Dirinya meyakinkan publik bahwa cetak biru program sosialisme yang dibawa oleh sang kepala negara memiliki pijakan nilai filosofi serta hukum tata negara yang kuat.

Ia berargumen jika kelak ditemukan kendala teknis ataupun praktik penyelewengan di lapangan maka kesalahan mutlak ada pada level menteri teknis dan bukan sang presiden.

"Lu mau batalin MBG, mau batalin koperasi, enggak bisa, itu ada di konstitusi. Kalau koperasinya korupsi, koruptornya yang dihajar, bukan koperasinya. Kalau kuku bermasalah, kukunya yang dicabut, bukan jempolnya yang diamputasi," cetus Rocky Gerung mempertahankan pandangannya.

Lebih lanjut ia menilai kegagalan eksekusi program di lapangan terjadi karena kapasitas berpikir para pembantu presiden belum mampu mengimbangi visi ideologis pemimpinnya.

Dampaknya menurut ulasan sang tokoh kondisi tersebut memaksa sang kepala negara turun tangan langsung layaknya juru bicara demi meluruskan maksud dari jajaran menterinya.

Tudingan miring yang menganggap kualitas berpikirnya telah berhasil dijinakkan atau diakomodasi oleh lingkar kekuasaan langsung memicu reaksi balik yang sangat keras.

Menjawab serangan sinis dari netizen yang menuduh dirinya menjadi kaki tangan kekuasaan hingga rumor pemberian aset rumah mewah di Sentul ia segera menepisnya.

"Roki sudah jadi anteknya Prabowo, dapat rumah dari Prabowo di Sentul. Saya masuk Sentul lebih dulu dari Prabowo! Otaknya di mana anak-anak ini? Picik betul," sembur Rocky Gerung membalas isu miring tersebut.

Ia bersikukuh bahwa posisi independensinya selaku akademisi kampus serta pemikir merdeka tidak akan pernah bisa digadaikan atau dibeli oleh kepentingan politik manapun.

Baginya pemberian argumen objektif terhadap program kerja kabinet bukan berarti dirinya telah berkompromi melainkan demi menjaga kualitas nalar sehat dalam bernegara.

Ia bahkan balik melayangkan sindiran menohok kepada barisan oposisi yang dianggapnya hanya bisa mengamuk tanpa memahami akar persoalan dasar dari arah pembangunan nasional.

"Kenapa semua oposisi marah ke segala arah? Marah tanpa arah itu tolol, dungu. Masa depan bangsa itu ditentukan oleh kualitas argumen seseorang," pungkas Rocky Gerung mengakhiri argumennya(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung