Repelita Tel Aviv - Ratusan warga Israel turun ke jalan di Alun-alun Habima, Tel Aviv, pada Sabtu (4/4/2026) untuk menggelar demonstrasi menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengakhiri perang melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan "Jangan bom, bicaralah! Akhiri perang tanpa akhir!" serta meneriakkan slogan-slogan anti-perang dan menentang Netanyahu.
ADVERTISEMENT
Ketegangan memuncak ketika polisi Israel mendeklarasikan aksi demo tersebut sebagai unjuk rasa ilegal dan bergerak membubarkan massa dengan menggunakan kuda, bahkan menangkap sedikitnya 17 orang pengunjuk rasa.
Polisi beralasan bahwa jumlah peserta yang hadir di lokasi melebihi batas 600 orang yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Agung Israel melalui putusan sela pada Sabtu malam.
Alon-Lee Green, salah satu direktur kelompok akar rumput Standing Together yang juga ikut ditahan, mengatakan bahwa aparat berusaha membungkam suara-suara yang menolak perang.
Ia menuntut agar perang di Iran, Lebanon, Gaza, serta kekerasan di Tepi Barat segera diakhiri, seraya menyindir bahwa di Israel selalu ada perang sehingga jika tak boleh demo maka tak akan pernah ada kebebasan bicara.
Seorang demonstran bernama Cecile (62) menyuarakan skeptismenya terhadap alasan pemerintah memerangi Iran, yang ia curigai hanyalah taktik Netanyahu untuk menghentikan persidangan kasus korupsi yang menjeratnya.
Sementara itu, Netanyahu justru bersikeras melanjutkan kampanye militer, dan dalam pernyataan videonya ia berjanji akan terus menyerang rezim Teheran dengan menargetkan pusat petrokimia serta fasilitas baja Iran.
Pemimpin oposisi Yair Lapid dan mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz mengkritik keras pernyataan Netanyahu, dengan menudingnya mencoba memecah belah rakyat dan mengalihkan isu dari perang melawan Iran ke perang melawan Mahkamah Agung.
Di tengah aksi demo yang berlangsung, sirene peringatan serangan rudal dari Iran dan Yaman berbunyi, memaksa para pengunjuk rasa untuk bubar dan mencari perlindungan akibat adanya tembakan rudal yang melukai sedikitnya lima orang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok