Repelita Washington - Serangan Iran terhadap sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Arab Saudi telah melukai sedikitnya 12 tentara Amerika, dengan dua orang di antaranya mengalami luka serius, demikian laporan media Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Serangan yang dilancarkan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi tersebut mencakup setidaknya satu rudal dan beberapa drone yang menyasar fasilitas militer Amerika, menurut laporan The New York Times dan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT
Para prajurit yang menjadi korban berada di dalam sebuah gedung di pangkalan tersebut ketika serangan terjadi, sementara setidaknya dua pesawat pengisi bahan bakar udara tipe KC-135 juga mengalami kerusakan parah dalam serangan yang dilancarkan oleh Iran.
Sebelumnya, Arab Saudi telah berhasil mencegat beberapa rudal yang ditembakkan di dekat pangkalan tersebut, namun tidak semua proyektil dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara yang beroperasi di kawasan.
Sejak konflik dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026, total 13 anggota militer Amerika Serikat telah terbunuh, dengan rincian tujuh orang tewas di kawasan Teluk dan enam lainnya di Irak akibat serangan-serangan balasan yang dilancarkan oleh Iran.
Lebih dari 300 personel militer Amerika Serikat lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam berbagai serangan yang berlangsung selama konflik sebulan terakhir ini.
Menurut Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat, Tim Hawkins, sebagian besar korban luka tergolong ringan dan sebagian besar tentara yang mengalami cedera telah kembali bertugas setelah menjalani perawatan.
Namun, pejabat Amerika Serikat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa saat ini masih ada 10 tentara yang mengalami luka parah akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh Iran.
Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat, yang digunakan sebagai landasan untuk operasi gabungan dengan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan ini terjadi di tengah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap bolak-balik antara menjanjikan perdamaian dan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur strategis.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa perundingan perdamaian dengan Iran sedang berlangsung dan berjalan dengan baik, sebuah klaim yang langsung dibantah oleh para pejabat Iran yang menyatakan tidak ada negosiasi yang terjadi.
Sementara itu, Amerika Serikat terus mengerahkan lebih banyak kapal perang dan ribuan tentara untuk memperkuat kehadiran pasukan mereka di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok