Repelita Jakarta - Gelombang perombakan besar di jajaran petinggi Tentara Nasional Indonesia diprediksi segera bergulir dalam waktu dekat pasca-perayaan HUT ke-81 TNI di Cilangkap.
Melalui siaran di kanal YouTube Forum Keadilan TV, pengamat militer dan politik Doktor Selamat Ginting memaparkan analisis tajamnya mengenai peta kekuatan baru di tubuh pertahanan negara.
ADVERTISEMENT
Doktor Selamat Ginting membeberkan adanya kebijakan penataan ulang lapis elit militer yang menyasar perwira-perwira tinggi yang memiliki kedekatan historis dengan pemerintahan masa lalu.
Sejumlah posisi strategis tingkat komando daerah militer kedapatan langsung dirotasi secara senyap bertepatan dengan momentum hari ulang tahun korps angkatan bersenjata.
Kebijakan rotasi perwira tinggi tersebut dinilai bukan sebagai bagian dari mutasi biasa, melainkan sebuah strategi pembukaan lapisan komando baru di internal militer.
Presiden Prabowo Subianto dinilai sedang menata ulang formasi dengan menggeser para jenderal yang sempat berada di dalam lingkaran inti mantan Presiden Joko Widodo.
Beberapa nama yang beralih tugas di antaranya adalah Pangdam Brawijaya Mayjen Rudi Saladin yang kini digeser menjadi Wakil Kepala Staf Teritorial Panglima TNI.
Selain itu, Mayjen Akhiruddin selaku Pangdam Diponegoro juga dipindahkan jabatannya untuk mengemban tugas baru sebagai Panglima Komando Operasi Khusus TNI.
Langkah pemindahan para jenderal mantan ajudan serta lingkar dalam istana lama tersebut dipandang publik sebagai bentuk pengosongan pengaruh politik sipil di tubuh militer.
Di sisi lain, Doktor Selamat Ginting memperkirakan bahwa perombakan ini akan segera menyentuh pucuk pimpinan tertinggi di tiga matra angkatan bersenjata.
Dirinya berkaca pada kasus pemberhentian mendadak Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari kursi Kapolri yang terjadi tak lama setelah adanya pertemuan politik antartokoh.
Menurut analisisnya, agenda pertemuan lanjutan antara Kepala Negara dengan Megawati Soekarnoputri pada tanggal 17 Oktober mendatang berpotensi melahirkan keputusan serupa.
Jabatan strategis mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat, hingga Kepala Staf Angkatan Udara diprediksi akan segera diganti.
Doktor Selamat Ginting menengarai ada operasi sandi yuda terselubung di balik pemberian penghargaan Bintang Mahaputra kepada para petinggi militer bintang empat aktif saat ini.
Pemberian tanda jasa terhormat di istana negara tersebut disinyalir sengaja dilakukan sebagai mekanisme penghormatan terakhir atau soft landing sebelum masa pelengseran jabatan tiba.
Langkah percepatan regenerasi ini diperkuat lewat amanat Kepala Negara yang meminta agar aspek prestasi dan merit sistem menjadi basis utama penilaian di tubuh militer.
Penegasan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tradisi senioritas angkatan kelulusan akademi tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk mempertahankan kedudukan di masa pemerintahan baru.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok